09
Feb
10

Batas Terpinggir

“Hidup sekedar memberikan makna ibadah padaNya
dalam setiap hembusan nafas”
Aku – Alam – dan Allah


The Rock.

Berada di ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut, merupakan salah satu mimpiku yang selalu terwujud. Sama halnya ketika aku berada di dalam rimbunan dedaunan hijau hutan, dan kebiruan laut. Tak banyak yang bisa kulukiskan dari sebuah perasaan diri, kecuali kedamaian dan ungkapan syukur pada Allah.

Di Batas Terpinggir gunung marmer – Nausus.., diri ini kehempaskan pada sebuah bongkahan batu marmer, dekat dengan sisi jurang lebar yang menganga dalam. Kali ini, aku membuang segala penat dan jenuh. Membuang segala kesombongan diri. Mengajak jiwa kerdilku ‘tuk bersimpuh padaNya.

“Robbi.., dari batas terluar ketinggian ini, masihkah aku diberi daya, ‘tuk menerima kepercayaan yang mereka berikan? Berikanlah daku sabar dan kesederhanaan hidup, agar aku mampu menggurat kembali harapan hidup seperti sepuluh tahun lalu.” Continue reading ‘Batas Terpinggir’

09
Feb
10

Triton Bay Taster

09
Feb
10

Diving with manta’s (Raja Ampat)

09
Feb
10

Rock Climbing Fall

09
Feb
10

The Climb

03
Feb
10

Nausus, “Meretas Mimpi”

Suatu tulisan sederhana dari perjalanan” Tim Sejuk : Likin, Ria, Arid, Yulius, Mama Leta.” Kami hanya sekedar meretas mimpi. Perjalanan menyusuri bagian timur wilayah Nusa Tenggara Timur.., mencoba tapaki jejak perjuangan rakyat menolak  pertambangan Marmer di Mollo.

Pada pertemuan Tim Sejuk kali kedua, kami bersepakat tuk mengunjungi satu tempat di kabupaten Timur Tengah Selatan – TTS yang bernama desa Nausus. Itung-itung, perjalanan ini nantinya bisa menjadi wahana melepaskan segenap kejenuhan, membuang sgala bentuk gaya berpikir anak sekolahan, dan memutuskan rantai ke-aku-an yang telah berkarat dan melilit otak kami selama ini.

Hanya sehari semalam di sebuah perkampungan bernama Nausus, tapi kami memetik banyak pelajaran berarti tentang kehidupan: bahwa harmoni hidup bisa dibangun, jika kita mau belajar dari kehidupan alam ciptaanNya.

Kami sepakat berkata, “perjalanan ke Nausus adalah sebuah lompatan terjauh.” Terutama untuk menundukan hati pada Dia Yang Esa. Juga untuk membangun sebuah gerak perjuangan bagi kehidupan rakyat jelata dan lingkungan alam yang dirusak oleh mereka-mereka yang serakah.

Mengitari dua gunung batu marmer yang berdiri kokoh bak tonggak alam.., menghirup sejuk dan dingin udara perbukitan, sejauh mata memandang, kami hanya melihat hamparan hijau alam yang ditumbuhi pepohonan akasia dan casuarina, dengan kontur buminya yang bergelombang seperti riak air. Rasanya kami ingin berteriak girang, sembari menyapa alam dengan penuh hangat.

Di tempat ini.., kami merajut kembali untaian cerita lama, setelah terpisah oleh waktu sekian lama. Kemarin dan hari ini, alam yang indah ini menjadi saksi, bahwa kami pernah ke sini.., berjalan berdampingan mengitari kaki gunung, melewati kebun-kebun jagung milik penduduk kampung,  beriringan memasuki jalan setapak di pinggiran hutan, dan saling melempar senyum penuh arti ketika melihat sesuatu yang aneh di sekeliling. Continue reading ‘Nausus, “Meretas Mimpi”’

21
Jan
10

Muhasabah Cinta (by Edcoustic)

“Semua kata – kalimat ini, copyright-nya milik Edcoustic. Photoshop oleh Intsia”




"Likin" kata temanku

Asma al Husna

Asmaul Husna

Holy Qur’an

Pada Tanah Kita Pijak Bersama

Tanah,...benda mati yang mempunyai sifat menghidupkan..., dari tanah kita ada dan hidup,...pada tanah kita kembali. Pencarian hakekat diri dan hidup, sejatinya dilakukan di tanah,...karena pada tanahlah kita berpijak. Lalu,...menulis pengembaraan diri pada lembaran-lembaran tanah dengan bertintakan peluh dan rasa.

Klik tertinggi

  • None

Arsip ku

Kategori

Blog Stats

  • 4,641 hits

Beasiswa Indonesia Scholarship

Profil Facebook Soleecheen Abdoel

 

February 2010
M T W T F S S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Join My Community at MyBloglog!

EBOOK GRATIS

Karrimor.id

Karrimor