Suatu tulisan sederhana dari perjalanan” Tim Sejuk : Likin, Ria, Arid, Yulius, Mama Leta.” Kami hanya sekedar meretas mimpi. Perjalanan menyusuri bagian timur wilayah Nusa Tenggara Timur.., mencoba tapaki jejak perjuangan rakyat menolak pertambangan Marmer di Mollo.
Pada pertemuan Tim Sejuk kali kedua, kami bersepakat tuk mengunjungi satu tempat di kabupaten Timur Tengah Selatan – TTS yang bernama desa Nausus. Itung-itung, perjalanan ini nantinya bisa menjadi wahana melepaskan segenap kejenuhan, membuang sgala bentuk gaya berpikir anak sekolahan, dan memutuskan rantai ke-aku-an yang telah berkarat dan melilit otak kami selama ini.
Hanya sehari semalam di sebuah perkampungan bernama Nausus, tapi kami memetik banyak pelajaran berarti tentang kehidupan: bahwa harmoni hidup bisa dibangun, jika kita mau belajar dari kehidupan alam ciptaanNya.
Kami sepakat berkata, “perjalanan ke Nausus adalah sebuah lompatan terjauh.” Terutama untuk menundukan hati pada Dia Yang Esa. Juga untuk membangun sebuah gerak perjuangan bagi kehidupan rakyat jelata dan lingkungan alam yang dirusak oleh mereka-mereka yang serakah.
Mengitari dua gunung batu marmer yang berdiri kokoh bak tonggak alam.., menghirup sejuk dan dingin udara perbukitan, sejauh mata memandang, kami hanya melihat hamparan hijau alam yang ditumbuhi pepohonan akasia dan casuarina, dengan kontur buminya yang bergelombang seperti riak air. Rasanya kami ingin berteriak girang, sembari menyapa alam dengan penuh hangat.
Di tempat ini.., kami merajut kembali untaian cerita lama, setelah terpisah oleh waktu sekian lama. Kemarin dan hari ini, alam yang indah ini menjadi saksi, bahwa kami pernah ke sini.., berjalan berdampingan mengitari kaki gunung, melewati kebun-kebun jagung milik penduduk kampung, beriringan memasuki jalan setapak di pinggiran hutan, dan saling melempar senyum penuh arti ketika melihat sesuatu yang aneh di sekeliling. Continue reading ‘Nausus, “Meretas Mimpi”’
-0.861522
134.078796
Komentarnya ?