Janganlah membodohi umat dengan menciptakan (dan membiarkan) suatu kondisi yang mengarahkan mereka untuk suka menyanjung dan memuji-muji orang-orang berilmu, para ahli ibadah, dan golongan habaib secara berlebihan. Apalagi sampai umat mendewakan mereka atas alasan kelebihan-kelebihan yang mereka miliki.
Rasulullah Saw sebagai sumber terpusat dan terpancarnya cahaya kebenaran (Nurullah) dan ilmu ke-Islaman (Makrifatullah), di dalam kehidupannya selalu mengingatkan para sahabatnya yang mulia untuk memperlakukan beliau secara pantas sebagai manusia dan rasul Allah.
“Sesungguhnya kamu (Muhammad) akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).” QS. Az-Zumar: 30
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa…” QS. Al-Kahfi : 110.
“Katakanlah, ‘Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi Rasul?” QS. Al-Isra’: 93
“Janganlah kamu sekalian menyanjungku sebagaimana kaum Nasrani menyanjung Isa putra Maryam. Sesungguhnya aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.” HR Bukhari







Komentarnya ?