GreenInTsiA
Pada Tanah Kita Pijak Bersama

Jul
08

Tanah bagi suku Irarutu, memiliki arti kehidupan. Tanah mencerminkan kekuasaan, kewenangan, identitas diri, status sosial, termasuk harapan. Tanah tidak sekedar hamparan landscape, tanah tidak sekedar tempat tinggal, halaman rumah, situs memuja leluhur, dan tempat pemakaman ketika kematian merenggut. Tanah bagi suku Irarutu, berarti kasih sayang, kemulian, kehormatan, penghargaan, dan pengakuan. Tanah tidak hanya tempat mencari makan, tapak pijak perjalanan, wadah pengembaraan diri, dan harta. Tapi tanah bagi suku Irarutu adalah dari mana saya berasal dan kemana saya akan kembali.

Pernyataan di atas, merupakan ungkapan-ungkapan sambil lalu yang sering diucapkan tokoh-tokoh adat suku Irarutu di kampung Warganusa I. Terlihat maknanya campur aduk, membosankan, bahkan terlalu mengada-ada. Tapi begitulah sesungguhnya potret pemahaman masyarakat Irarutu tentang arti kepemilikan tanah (hak ulayat). Suatu potret pemahaman yang mungkin bagi kebanyakan orang terpelajar disebut sebagai omong kosong.

Terlepas dari pengakuan warga kampung yang lain tentang arti tanah, bagi bapak Kiraman Werbete yang berusia 45 tahun, tanah memiliki sebenar-benarnya arti kehidupan dan identitas diri anak adat Irarutu. Tanah bagi beliau adalah tabungan masa depan. “Kalo sa deng maitua torang bisa bikin kebun yang besar, trus tanam buah-buah dan sayur-sayur, sa percaya, bahwa torang pu hidup nanti tara susah,” demikian ucapannya. Beliau memandang tanah sebagai sumber harapan, jaminan kehidupan yang pasti jika dikelola dengan bijak. Read the rest of this entry »

Jul
07

Sejak turun temurun, masyarakat kampung Warganusa I telah mengenal  apa yang disebut sebagai pengobatan tradisional.  Bagi masyarakat Warganusa I, pengobatan yang memadukan pengetahuan dasar (skill dan nilai) dan potensi biologi alam tidak hanya mencerminkan kemampuan bertahan hidup. Tapi juga memberikan gambaran diri kepada komunitas lain. Sinergis yang terjadi antara masyarakat dengan kemampuan alam melayani hidupnya, melahirkan bentuk kehidupan yang bersahabat dengan alam. Alam tidak hanya diartikan menyediakan berbagai kebutuhan hidup mereka, namun juga pengetahuan ini membentuk akar kebudayaannya.

Kebudayaan (adat) bagi masyarakat lebih diartikan sebagai pelengkap ajaran agama. Adat bagi mereka tidak selalu membicarakan hal-hal yang sifatnya keseharian. Tapi lebih dari itu, adat dipandang sebagai bukti kebaktian kepada leluhur dan Sang Pencipta. Read the rest of this entry »

Jun
14

Injustice at woman from just which social class. But whose in fact more beneficial from case publicizing. Have of course woman from higher level social class. Hmmm, mass media still play at region creating social lameness. Mungkin inilah gambaran nyata dari apa yang terjadi. Tapi itulah sesungguhnya wajah kehidupan sosial kita.

Tidak menjadi hal yang lucu, ketika temanku “menawi2001” mengusik pikiranku dengan pernyataannya, “Indonesia, Manohara, Malaysia, dan Maruni – IM3.” I think, I have to leave the socialist approach to discuss this matter. Statement cause ” menawi2001,” more to open the new discussion space. This is true its statement which always drag on, but its statement, I have to respon pass article.

Terlepas dari pernyataan tersebut, yang dicoba untuk mendudukan kasus-kasus ini pada ranah berpikir yang kritis, jauh dari embel-embel politisasi wacana publik menjelang Pilpres, kasus-kasus ini dalam pandanganku, tetap memiliki muatan yang lebih besar, terlepas dari plesetan temanku ‘menawi2001”. Dan muatan itu sebenarnya, tidak jauh dari mentalitas bermasyarakat kita yang serba permisif dan masih dipenuhi jargon-jargon feodalis. Read the rest of this entry »

May
30

Penutupan Lokalisasi Prostitusi 55. Wacana ini di masyarakat Manokwari, telah menimbulkan beragam alasan pembenaran tentang boleh dan tidak. Dari sudut pandang yang berbeda, oleh berbagai warga kota dari kelas sosial yang berbeda pula, ramai orang membicarakannya. Termasuk didalamnya juga, adu argumentasi yang sangat hiperbolis, karena sarat tafsir sosial dan hukum.

Hal tadi, sebenarnya mengindikasikan bahwa, warga kota Manokwari memiliki kepedulian sosial dan daya kritis yang baik terhadap tata kehidupan di kota ini. Terlepas apakah dia itu berasal dari latar belakang sosial yang berbeda, konteks persoalan ini, pasti telah menjadi bahan perenungan.

Semua perdebatan yang berlangsung, sebenarnya hanya bermuara pada satu klaim pembenaran, bahwa warga kota Manokwari menginginkan suatu tatanan masyarakat kekinian yang teratur dan bermartabat.

Pada dasarnya pernyataan-pernyataan yang dilansir di media massa lokal, belum membangun kerangka berpikir yang Wtsmembebaskan untuk pembaca. Saat ini, dari dinamika yang berkembang, dapat ditebak, bahwa wacana pikir masyarakat masih berkiblat pada prostitusi adalah sesuatu yang dilarang agama. Kemudian mengesampingkan bahwa prostitusi adalah bagian dari masalah sosial. Dan masalah sosial ini disebabkan aspek-aspek sosial yang lain. Oleh karenanya jujur harus dikatakan, bahwa terlalu dini bagi masyarakat kebanyakan untuk bisa bijaksana menempatkan diri dan memilih, pada basis argumentasi mana, ia harus mengarahkan penilaiannya sebagai warga kota yang peduli.

Langkah awal yang penting, para pihak yang sedang terjangkit “Brain Virus – 55”, harus bersepakat, apakah Virus 55 adalah suatu fakta sosial atau fakta teologi. Membedakan kasus ini dengan salah satu dari dua sudut pandang tersebut, merupakan hal yang sangat mendasar. Tujuannya, agar kita semua tidak terjebak, dalam mendiskusikannya. Read the rest of this entry »

May
16

Sejak tahun 2000-an, issu perkebunan kelapa sawit sangat mengemuka di tanah Papua. Banyak  upaya nyata dilakukan dalam bentuk kampanye pro dan kontra tentang komuditi ini terus bergulir. Mulai dari membahasakan sawit sebagai produk unggulan perkebunan nasional, meningkatkan kesejahteraan rakyat, sampai dengan membicarakan secara intens keberadaan kelapa sawit sebagai bahan dasar bio fuel.

Dalam banyak hal juga, jenis komuditi ini juga apabila dikelola dalam skala produksi yang besar, bisa memberikan manfaat bagi penyerapan tenaga kerja dan membuka rantai isolasi antar kantong-kantong pemukiman masyarakat.

Pada diskusi-diskusi yang lain, banyak kelompok-kelompok tertentu juga yang melihat perkebunan kelapa sawit dari sudut pandang dampak negatif yang akan muncul dari tanaman ini. Sudut pandang yang dikemukakan dalam konteks wilayah Papua, lebih mengedepankan aspek tata ruang dan penggunaan lahan, alih fungsi hutan, degradasi fungsi ekologis, penyelamatan hutan hujan tropis, dampak sosial dan budaya perkebunan ini bagi masyarakat lokal asli Papua, hak penguasaan dan pemanfaatan lahan, sampai berapa besar nilai ekonomi yang bisa dinikmati oleh orang Papua. Read the rest of this entry »

Apr
08

…, hampir sepuluh tahun, aku menjelajahi hutan, sungai dan laut tanpa menggunakan segala macam safety equipment. Modal ku bukan nekat, apalagi bertindak tolol. Aku hanya berpatokan pada ujar-ujar kuno ayahku, “kecelakaan dan kematian pasti akan kau temui di mana saja dan kapan saja, dan keyakinan serta keuletan dan kehati-hatianlah yang dapat menjauhkanmu dari keduanya.”

Akhir Pebruari ‘09 yang lalu, aku ditugasi kantor untuk mengantar beberapaLife Jacket_Intsia teman melakukan Community Based Monitoring and Evaluation pada beberapa kampung sasaran program PERDU di Selatan Teluk Bintuni. Awalnya aku ini menolak tugas ini, karena seorang staf  Perdu pada divisi ku telah ada sebelumnya di lapangan. Pikiranku, sebenarnya temanku itu bisa menemani mereka nanti. Tapi,… apa mau dikata, tanggungjawab ini harus ku jalankan, karena wibawa dan kinerja institusiku menjadi taruhannya. Apalagi, baru beberapa bulan yang lalu, aku telah diberi kesempatan untuk menimba ilmu tentang monitoring dan evaluasi program berbasis masyarakat di Kupang.

Setelah disiapkan tiket pesawat tujuan Sorong oleh manajer Keuangan, tepat pukul 10.00 Wit, aku terbang ke kota minyak Sorong menumpang pesawat Express Air,… aku memilih hotel Waigo di pinggiran pantai sebagai tempat menginap…, sehari kemudian aku pindah ke rumah adik ibu ku untuk menginap semalam lagi…. Mmmhh, tamu yang aku akan antar belum tiba juga di Sorong…, tidak sesuai kesepakatan dan rencana awal. Read the rest of this entry »

Mar
22

Bayanganku Bersujud Pada Wujud-Nya. Kalimat ini jika didekati dari sudut pandang “maksud” merupakan sifat kalimat yang mengandung gaya bahasa “praterito”. Bisa juga merupakan kalimat yang mengadung sifat gaya bahasa “antitesis” dan “kontrakdisio interminis” karena menpergunakan kata-kata yang berlawanan arti dengan maksud, dan menggunakan kata pertentangan penjelasan.

Namun, begitulah sebuah kalimat sederhana untuk menyatakan, “kesucian hakekat bahwa Allah itu ada.” Ilustrasi sederhananya seperti: sebuah batang lilin yang menyala.

Manakah bagian dari hakekat maksud “lilin yang menyala”. Apakah batang lilinnya, sumbu lilinya, api pada sumbu lilin, cahaya lilin, ataukah kegelapan telah diterangi cahaya lilin? Read the rest of this entry »