Hari itu, langit masih tetap menampakan keceriaannya. Matahari masih tetap setia membakar perut bumi,… tampak dari kejauhan, dua sosok perempuan berbeda usia dengan setia masih menancapkan kaki dan tangannya pada lumpur bakau. Terik matahari bagi mereka bukan lagi hambatan, apalagi membersihkan tubuh penuh lumpur kotor.
Archive for January 17th, 2009
Perempuan Lumpur (Memotret sisi buram perempuan Babo)
17 January 2009Jiwa yang Lelah (penggalan catatan harian)
17 January 2009…bagai air yang terus mengalir, batas-batas ketinggian bumi selalu menjadi arahnya. Melakukan suatu tindakan yang bersifat anomali, bukan tidak mungkin dilakukan.
Suatu waktu, di dermaga tua, diri ini coba kuajak untuk bercerita kembali. Walau pada saat yang sama, gerimis senja dengan perlahan terus membasahi tubuh kurusku. Aku tidak mungkin mengaduh pada sang Pencipta tentang keluh [...]



