Anak Tanah dan Air
Kami hanyalah orok
Tengkurap pun tak sanggup
Apalagi merayap bak prajurit
Kami hanyalah bayi
Melangkah pun tak bisa
Apalagi menyandang bedil
Kami telah tua,… renta termakan usia
Berlari pun sudah tak kuat
Apalagi kau suruh berbaris.
Siaaap…, graaak
Lencang depaaan…, graaak
Tegaaak…, graaak
Kepadaaa, sang merah putih…,
Hormaaattt…, graaak
Bendera itu milik siapa?
Tiang itu milik siapa?
Putih, merah, hanyalah warna
Siapa menghormat siapa?
Siapa dihormat siapa?
Tegaaak…, graaak!
Pada halaman itu, kami belajar
Memberi hormat kepada warna
Sambil mulut dijahit rapat, kecuali untuk kata “Indonesia, tanah, airku”
Sambil hati dirantai baja, kecuali untuk kata “tanah, tumpah, darahku”
Berdiri tegap bak tiangnya
Apalah arti darinya?
Indonesia tanah airku
Aku adalah anak tanah
Ibuku tanah,… bapakku air
Berasal dari tanah dan air
Jauh,… sebelum Indonesia Raya dikandung
Jauh,… sebelum Indonesia Raya lahir
Jauuuh, jauuuh, jauuuh, sebelum harus hormat kepada warna
Mungkin lebih sebelum garuda bisa terbang
Usai belajar hormat di halaman tanah berdebu
Aku disuruh menyembah pada merah putih sebagai Indonesia
Dan garuda sebagai negara
Melangkah pada tanah, tubuh ibuku
Meminum segar tubuh bapakku
Sambil menangis dalam pelukan kasih mereka…, tanah dan air
Ibuku berkata : Hormatmu sejatinya bukan pada warna, tapi pada darah, daging dan tulang
Bapakku berkata : sembahmu sejatinya bukan pada burung, tapi pada semangat mengayomi
Serentak tanah dan angin berkata : semangat mengayomi darah, daging dan tulang,… bukan semangat meniadakan darah, daging dan tulang. Bukan menumpahkan merah dan menghitamkan putih.
Akulah anak tanah dan air
Bertapak ibuku berkepala ayahku
Akulah yang melahirkan Indonesia,
Bukan proklamasi 17 Agustus
Akulah yang menyatukan Indonesia,
Bukan Sumpah Pemuda
17 Agustus adalah anak dari anak lelakiku
Sumpah Pemuda adalah anak dari anak perempuanku
Mereka adalah cucuku
Mana ada kakek dipaksa harus tunduk melayani cucu
Mana ada kakek dipaksa harus tunduk menghormati cucu
Pada tanah ibuku,… pada air ayahku
Indonesia adalah generasi ketiga turunanku
Tempat titipan wejangan leluhur
Tempat gantungan harapan moyang di liang lahat
Tempat sandaran tawa dan tangis
Tempat peraduan dikala lelah mendera
Tempat, piring berisi tanah,… tempat, gelas berisi air
Loading...