Refleksi Bencana dari Dokumen Audiovisual


…tulisan ini diinspirasi dari hasil bincang-bincang dengan Om Andy Saragih (Koordinator Divisi pendidikan dan penyadaran Publik – PERDU Manokwari).

Menurut pendapat om Andy, menyajikan alur cerita yang baik dan bisa menjadi lesson learn dari suatu peristiwa (sejarah) tidak hanya dalam bentuk tulisan  laporan reortase saja. Tapi lebih daripada itu, tulisan tersebut juga harus dilengkapi dengan instrument tambahan lain yang hidup.

Sekilas pendapat ini sudah tentu akan menuai banyak perdebatan. Terutama dari kalangan media (pers) dan pengejar berita lainnya. Sebab style daripada para produsen berita sudah tentu disesuaikan dengan pendekatan yang dipakai, pesan pemberitaan yang akan disampaikan, dan kelengkapan peralatan yang dimiliki (skill and equipment).

...dengan meninggalkan segala perdebatan teoritis dari sebuah dokementer peristiwa yang menganut kaidah-kaidah cinematography, tulisan ini coba penulis sampaikan dari sudut pandang awam penulis sendiri sebagai korban gempa tektonik di Manokwari.

Merenungi kembali hasil bincang-bincang dengan om Andy, penulis berkesimpulan bahwa pendapat teman tersebut benar adanya. Contoh kasusnya “Kita dapat melihat hasil rekaman vidio amatir seorang warga Aceh ketika bencana tsunami terjadi di wilayah tersebut yang ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi swasta.”more_digital_video_cameras_2_by_maffu_350

Intinya bahwa meskipun vidio tersebut hanya  durasi pendek dan menampilkan potret terkecil dari keseluruhan peristiwa tsunami, tapi telah membangkitkan emosi kemanusian dan rasa simpatik yang mendalam dari orang lain yang tidak mengalaminya. Tayangan tersebut juga melahirkan empaty mendalam dari penonton di penjuru dunia.

Menurut hemat penulis, dokumentasi peristiwa bencana alam yang disajikan kepada publik secara tertulis bisa menimbulkan pemberitaan yang bias fakta. Alasannya, Pertama, ada kecenderungan pemberitaan tidak menampilkan kondisi sebenarnya dari suatu peristiwa; Kedua,  tulisan kurang mendekatkan emosi dan rasio pembaca untuk berbuat bagi sesama; Ketiga, tulisan belum bisa sepenuhnya dijadikan sebagai media refleksi (pelajaran) bagi korban.

Pada konteks tersebut, pemberitaan yang mengabungkan teknik reportase tertulis dan audiovisual, setidaknya dapat meminimalis bias fakta dari suatu peristiwa.

Bencana alam dan peperangan, merupakan dua peristiwa terbesar dalam sejarah umat manusia. Kedua peristiwa ini jika terjadi dalam stadium tertentu bisa menjadi bencana kemanusian. Sebab memakan banyak korban manusia dan harta benda.

Dari pengalaman yang selama ini ada, dokumen-dokumen audiovisual dari berbagai peristiwa besar di dunia selalu memiliki nilai teratas dibanding dokument tertulis saja. Juga memilik nilai perlakuan khusus dalam penyimpanan (pengarsipan) dan publikasi, sebab dokumen model ini manampilkan bagian waktu dan peristiwa yang telah lewat.digital-camera-2

Dokumentasi audiovisual yang benar-benar dibuat dengan integitas dan tanggungjawab moral yang baik, jauh dari kesan manipulatif peristiwa. Apalagi aspek “dramatize” dan unsur “quasi historically” dari suatu keadaan masa lalu yang pernah ada.

Menurut om Andy, pertimbangannya memaksa teman-teman Jaringan Advokasi Sosial dan Lingkungan – JASOIL harus membawa kamera vidio ke lokasi-lokasi kerusakan akibat gempa, lebih kepada pertimbangan, Pertama, merekam dan menyajikan fakta dan kondisi yang sebenarnya, dan Kedua, hasil dokumentasi bisa dijadikan sebagai bahan belajar bersama untuk tanggap bencana.

…terkadang manusia malu belajar kepada alam. Padahal alam dalam berkehendak, selalu menampilkan wujud kasih dan kemurkaannya yang sejati (Hikmah dari perdebatan penting atau tidak, membawa kamera vidio – meliput kondisi lokasi-lokasi yang rusak akibat gempa di Manokwari)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s