Tasbih yang Berzikir


Gumam siapakah memanggiltasbyee
Ketika perjalanan ini telah sampai
Diambang batas keletihan dan air mata
Menderas bagaikan cermin ruh yang menggelepar
Dalam ketakberdayaannya, sunyi, suci, dan menggigit
Oh, begitu menggigil memanggil-manggil
Ke zat-Mu yang Maha

Ketika doa telah hanyut ke hilir dosa
Apalagi yang diharap selain pasrah, istiqomah
Dan menikmati jejak-jejak sejarah. Pada air mata
Juga kembalinya si istirah yang abadi

Adalah gumamam itu yang terus memanggil
Mengejang dalam bijian tasbih tanganku
Bermunajat menzikirkan kerinduan
Berdarah,oh… memanggil-manggil nama-Mu
Yang tak terpanggil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s