Pertengkaran di Dunia Tanpa Ujung


Dunia yang begitu memikat. Dunia yang meninabobokan penghuninya. Dunia yang menempatkan “perasaan” hanya di sudut bulu mata. Dunia yang menempatkan logika pada tempat tertinggi. Dunia yang di dalamnya kita dapat melakukan apa saja. Yaaaah.., sebuah dunia yang telah membentuk gaya hidup dari berpikir abstrak ke kehidupan riil.

Dari dunia inilah, saya menulis “ROBEKAN NURANI” sebagai salah satu bentuk pengembaraan diri. Sebuah otokritik yang hanya terucap dengan goresan beberapa larik kalimat sederhana dan miskin nilai sastra. Termasuk sangat jauh dari ujar-ujar bijak milik kaum yang taat dan menjadikan ajaran agama hanya sebagai pakaian dirinya.

ROBEKAN NURANI lahir dari obrolan-obrolan ringan di dunia maya (Facebook dan Yahoo Messenger). Obrolan-obrolan yang dipenuhi asap emosional dan saling mempergunjing kelemahan teman sendiri. Percakapan yang hanya terjadi dalam bentuk teks-audio-visual (Client Computer –> Server–> Client Computer) telah menghilangkan kesadaran normatif untuk saling menghargai dan berbagi kebaikan.

Fb dan YM adalah lapisan- lapisan dari Dunia Tanpa Ujung. Dua lapisan dari beratus lapisan pembentuk yang lain. Di dua lapisan ini, kebaikan, kejujuran, keikhlasan, kesetiaan, dan berbagai nilai kebaikan bisa mengalir dengan lancar…, deras memancar bagaikan semburan beribu kubik air dari pintu  sebuah dam yang dibuka. Kejahatan yang ditutupi kepura-puraan pun bisa juga terjadi dengan cara yang sama.

Menggunakan kesadaran yang tersisa, dunia ini bukanlah dunia yang bebas nilai, karena dunia ini sangat demokratis dan humanis. Tergantung bagaimana kita hidup di dalamnya dan bagaimana kita menempatkannya dalam sudut pandang kebaikan dan kebenaran. Tapi dunia inipun bisa berbalik memakan kita sendiri, jika mencari kepuasaan dan kebebasan hanya terlihat dengan dua biji mata, tapi tidak dinilai dengan perasaan hati.  Sebab banyak orang telah menggunakannya untuk berbagi kebaikan, juga banyak orang telah menggunakannya untuk merugikan sesama.

Andai di dunia ini seseorang bisa hidup dengan cara yang baik, maka ia bisa berbuat banyak tuk meraih surga. Sebaliknya, jika seseorang hidup dengan hanya selalu berbuat yang tidak baik, maka ia bisa dengan mudah terjerumus ke neraka. Mencari surga dan neraka bukan hal yang susah di sini. Semuanya telah tersedia.

Smoga ROBEKAN NURANI bisa menyadarkan diriku sendiri: “Terkadang, mulut berlari lebih cepat daripada akal sehat. Kadang juga, lidah lebih lincah mengucapkan amarah, dibanding hati yang katanya selalu sujud pada DIA. Saat kebenciaan dibunyikan lewat kata yangg terucap dan hati yang merasakan, maka saat itulah manusia berlomba-lomba menjual amalan dunia untuk tujuan akhirat dan menjual amalan akhirat untuk tujuan dunia”.

2 thoughts on “Pertengkaran di Dunia Tanpa Ujung

  1. hahaha… gilanya gila dunia maya. pernah aku juga menuliskannya di blogku… cuma nyatanya tahun2 belakangan ini lebih dasyat. pernahkahkamu menemui drama ‘kehamilan’ di dunia maya?🙂 hehe mau tak mau aku masuk ke dalam drama itu.. meski jadi pemain figuran😛

  2. Tulisan ini sesungguhnya tidak diperuntukan untuk orang lain. Juga tidak sekalipun diniatkan ‘tuk menyindir seseorang. Aku menulis dengan tujuan menyadarkan diriku sendiri! Sebab beginilah cara aku belajar tentang kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s