SUNSET…. Kematian… Allah


Banyak orang mengartikan sunset sebagai bentuk kemampuan alam memancarkan keindahan-keindahannya. Beberapa lagi mengatakan, “kesyahduan dan kesunyian kehidupan” adalah terpantul saat matahari sepenggalan masuk peraduannya.

Manusia berdecak kagum atas Kemaha Mampuan DIA menyusun gradasi warna dan menciptakan kekontrasan cahaya. Hingga orang menjadikan sunset sebagai nyanyian pelipur lara yang terpantulkan di batas ujung cakrawala.

Bayangkan ketika sunset mendekati nadir jiwanya. Tatkala bias warna kemerahan dan lembayungnya menidurkan siang. Saat sisa semburatnya dijadikan pedoman arah bagi burung-burung kembali ke sarangnya. Di kala itu, lautpun tak kan mampu meredam sisa bias cahaya. Sebab tak kuasa memantulkan warna kebiruannya, kecuali gumpalan-gumpalan awan dan meronanya langit timur pada permukaannya.

Renungkanlah, ketika matahari itu menjadi seper dua bagian. Sisi atasnya menunjukan kehidupan, sisi bawahnya tersembunyi dalam rotasi bumi. Kontradiksi yang terjadi sebagai hukum alam atas ijinNya. Dikala terangnya semakin pudar…, kebesaran nama Allah dikumandangkan sebagai bentuk hikmad atas telah berpulangnya siang hari, dan berzikirnya hati memasuki gelapnya malam yang masih misteri.

Allah Akbar… Allah Akbar.. Allah Akbar. Segala Kebesaran dan Kemulian hanya milikMU. Segala kekerdilan jiwa dan kehinaan diri adalah milikku.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s