CAHAYA BERMANDIKAN CAHAYA


Kau meminta “CAHAYA” kepadaku pada diskusi menjelas Asyar)

 

Dari hitamnya hatiku…

Terimalah jiwaku menyapa-MU:

Karena KAU Pemilik Kesucian

Karena KAU Pemilik Keadilan

Karena KAU Pemilik Kerahiman

Karena KAU Pemilik Kesempurnaan

KAUlah cahaya bermandikan cahaya

Dari-MU Nur Muhammad lahir dan menyinari langit dan bumi

Bergetar jasadku mendekati nur dari nur

Terkulai lemas ruhku kehilangan daya mendekati Nur Muhammad

Hingga…  kasih-MU membangkitkan ku dalam gemerlapan cahaya bermadikan cahaya

Hingga…  kuasa-MU menajamkan bathinku memandang keagungan Arsy-MU

Telah KAU kirim ibu dari cahaya menerangi hatiku…

melewai Al Haram dan Al Aqsa

lalu… terbagilah cahaya itu antara matahari terbit dan terbenam

Ku sujudkan wajahku di kaki penghulu Qiblat

Ku labuhkan niatku di dada penghulu Kekasih

Ku baringkan aqalku di pangkuan penghulu Ilmu

Oooh… cahaya bermandikan cahaya

Terbenamnya cahaya hatiku…, tidak berarti terbenamnya kesucian cahaya-MU

Karena setiap jiwa bertanggungjawab atas jiwanya sendiri

Aku merindukan wajah-MU di antara sekian perindu

Aku mengharapkan syafaat kekasih-MU di antara sekian pengharap

Dari tepian Baitul Maqdis… hingga tengah Makkah… dan sudut Madinah

Kubentang sajadah niat merayu-MU yang tak terayu

Engkaulah Tuhannya Ibrahim AS

Engkaulah yang lebih dicintai Rasulullah… melebihi kecintaanya pada Khadijah RA dan Aisyah RA

Engkaulah yang dikasihi Rasulullah… melebihi belaian kasihnya pada Fatimah az Zahra

Dari kehendakMU terciptalah cahaya yang menghidupkan…

Kau terangi alam dengan cahaya makhluk ciptaan-MU

Dan menerangi hati dengan cahaya sifat-sifat-MU

Hingga terbenamnya cahaya alam… tidak diikuti dengan terbenamnya cahaya hati

Sungguh… cahaya ma’rifat lahir dari pengertian-pengertian keimanan pada-MU.

Tertatih aku mencari cahaya-MU di antara lima lembah dan dua gurun ciptaan-MU yang tak berbentuk :

Lembah Pencarian, Lembah Cinta, Lembah Makrifat, Lembah Keterpisahan, Lembah Kesatuan…,

Gurun Ketakjuban, Gurun Kefanaan (Kematian)

Meski akhirnya aku takluk di Lembah Pencarian…

Allah Kekasih Muhammad… dan kekasihku…

Pancarkanlah cahayaMu membangunkanku dari sebab Nur Muhammad Kau ciptakan

Adalah keindahahan di atas segala keindahan… bila ku terima cahaya kerahiman-MU

Nur Ilahi itu yang menerangi… mata hati itu yang menentukan hukum… dan kata hati yang melaksanakan dan meninggalkan

Ku terima semua kemudahan yang Kau berikan tuk hadapkan wajahku

Berikanlah sebab dzikirku melantunkan nyanyi kerinduan padaMU…

Sebab ku tak mau tasbihku berdzikir dengan menanggalkan niat kehambaanku pada-MU

Ya Quddus… berilah cahaya tauhidMU pada bayangan hatiku agar ia menjadi wujud

Oooh… Kekasihku yang dariMU cinta lahir dan berbentuk

Pada Gurun Pencarian… aku telah letih dan bersimbah air mata

Ruhku telah menggelapar tak kuasa…

Jiwaku dilingkupi ketakberdayaan… sunyi, sepi.., suci… dan menggit

… begitu memanggil-manggil ke cahaya zatMu Yang Maha… hingga aku kembali pada-MU…

Karena Engkau telah bersumpah dengan cahaya, “Falaa uqsimu bissyafaq”

Ridhoilah niatku mengembalikan cahaya-Mu kepada dia yang merindukan Cahaya Bermandikan Cahaya…

Takkan kukhianati cahaya cintaMU padaku, dan takkan kuredupkan cahaya cintaku pada kesucian cahaya cinta-MU!!!

Kaetaro. Untuk DIRI


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s