Niat dan Rindu


“Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” QS.  At Taubah 18.

Allah kekasihku tidak berada di ujung lidahku

apalagi berada di pusat aqalku.

DIA tidak bersemayam dalam bilik hatiku

tapi mengawasi semua niat dan lakuku.

Pada kekotoran lisan dan tulisanku

pada kehitaman tasik jiwaku

pada kehinaan jubah diriku

pada kekaburan mata niatku

Allah kekasihku senantiasa mencintaiku.

Ku coba terus, meski tertatih tapakku

meski terengah nafasku

meski ku tersungkur juga dalam gempita kehidupan

meski terus ku sangkalkan kehadiran DIA

Allah kekasihku senantiasa mencurahkan nikmat bagiku.

Adalah suatu kenikmatan tiada banding

bila ku kembali pada millatul Ibrahim

Ku sujudkan niatku pada DIA

pencipta  al Mukaromah Makkah dan al Munawwarah Madinah

Ku nisbatkan rinduku pada dia

sang Rahmatan lil Alamin Muhammad  Rasulullah

Ku sandarkan aqal dan qalamku pada dia

penghulu ilmu Sayyidina Ali.

Yaa Qudduus

semua ilmu yang KAU anugrahkan padaku

melebur jadi satu dalam lautan KemahakuasaanMU

Berilah hamba nikmat kesadaran dan ketaatan diri hanya padaMU.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s