USAHA ber-IMAN


Beruntunglah kita yang telah ber-ISLAM- secara lahiriah karena kedua orang tua kita telah beriman lebih dulu kepada Allah Yang Haq. Namun sejatinya… kita telah ber-ISLAM lebih dulu di alam rahim pada saat Allah mengambil persaksian kita tentang ke-TUHAN-an-NYA.

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” QS. 7 : 173.

Jika kita memiliki usaha untuk belajar memahami agama, maka kita juga pasti memiliki usaha untuk mengamalkan dan menjaga kebenaran dan kesuciannya. Sesungguhnya, kehidupan para sahabat Rasulullah SAW yang mulia telah menunjukan itu :  perjuangan untuk meraih manisnya iman Islam… dan perjuangan untuk mempertahankan cahaya iman dalam diri mereka dengan peluh, air mata, darah… hingga nyawa.

Keagungan dan kebesaran ISLAM… wujud materinya adalah Al Qur’an dan Muhammad Rasulullah (Sunnah). Selebihnya, Allah menganjurkan kita (manusia – hamba) untuk melengkapinya dengan memperhatikan – merenungi – mengambil hikmah/pelajaran dari ciptaan-ciptaan-NYA yang lain. Dan semua ciptaan itu adalah: LANGIT dan BUMI dan apa yang berada di dalam dan di antara keduanya.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” QS. 2 : 164.

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. QS. 2 : 255.

Catatan:  "Kursi" dalam ayat ini oleh sebagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah  dan ada pula yang mengartikan dengan kekuasaan-Nya).

Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah hanya bisa wujud dalam diri, bila diterjemahkan dalam memahami semua proses kehidupan dan ciptaan Allah yang lain. Sebab keduanya diperuntukan oleh Allah kepada manusia dalam konteks membangun hubungan antar sesama dan juga dengan semua kehidupan seisi langit dan bumi.



 

 

One thought on “USAHA ber-IMAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s