Muslimah Menggugat


Ibunda Sayyidah Fatimah az Zahra RA binti Muhammad Rasulullah SAW.

Ketika Ibunda Fatimah az Zahra RA menyampaikan khotbahnya, para Mu’arrikh (ahli sejarah) mencatatnya sebagai, “salah satu rangkaian mutiara yang menunjukan kefasihan perempuan – Balaghat al Nisaa).

Tidak pantas putri Rasulullah SAW berpidato di depan orang banyak demi menjaga kemuliaan akhlak dan kepatuhan kepada aturan perilaku keluarga Rasul Allah.
Sesungguhnya, suara (khotbah) Ibunda Fatimah RA adalah suara kedua setelah suara suaminya Imam Ali RA, ketika orang-orang tertindas berteriak lantang agar tidak sabar lagi melawan kezaliman.

Dengan berdiri di mesjid Rasulullah SAW – mesjid Nabawi, Ibunda Fatimah RA berbicara dengan lantang:

“Allah telah menjadikan… keadilan sebagai pemersatu hati, ketaatan kepada kami (risalah Rasulullah SAW) sebagai ketentuan agama, kepemimpinan kami (perilaku kepemimpinan Rasulullah SAW) sebagai pelindung dari perpecahan, jihad (membela dan mencari kebenaran dan melawan hawa nafsu) sebagai kemuliaan Islam, sabar sebagai wahana untuk memperoleh pahala, … dan keadilan sebagai keakraban dengan rakyat.”

Yang ditakutkan Ibunda Fatimah RA adalah:

  1. Diabaikannya nilai-nilai risalah (Al Qur’an dan Sunnah Rasul) atas nama risalah, dibenarkannya kebodohan atas nama ilmu, kezaliman dilakukan atas nama keadilan, kemunafikan ditunjukan atas nama kesederhanaan. Hingga Islam hanya tinggal nama, tanpa perlindungan pemimpin yang adil bagi semua golongan
  2. Ulama (cerdik pandai dalam ilmu agama dan orang berilmu) dimuliakan hanya bila berada di pintu orang-orang zalim
  3. Yang ditakutkan adalah hukum-hukum Islam yang memberikan kebebasan dan keadilan diputar-balik dan digunakan oleh penguasa untuk menindas rakyat. Ada kebebasan ilmu, tapi digunakan untuk membenarkan kezaliman penguasa, keputusan pengadilan yang ditentukan oleh tangan-tangan jahil, Ka’bah, mesjid, dan tempat-tempat ibadah (milik saudara Yahudi dan Nasrani) dihancurkan untuk memelihara wibawa pemimpin muslim, dan dibebaskannya (pembiaran akhlaq buruk) perempuan-perempuan Madinah untuk memuliakan pemimpin Islam
  4. Yang ditakutkan adalah pemerintahan yang jahil dan penguasa yang lancang, sehingga yang tegak adalah hukum setan tetapi membawa bendera Rabbul Alamin

(Dikutip dari buku “Meraih Cinta Ilahi: Pencerahan Sufistik” karya Jalaluddin Rakhmad).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s