Hidup Untuk Belajar


 

“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” QS. Al Kahfi : 109.

 

Andai Allah menciptakan kita sebagai sebongkah batu, maka manfaat terbesar kita kepada manusia hanya sebagai bahan bangunan saja. Namun Allah telah menciptakan kita sebagai seorang manusia yang dibekali (karuniakan) hati dan akal. Olehnya, kita harus menggunakan hati dan akal kita secara baik untuk memberikan manfaat kebaikan kepada sesama manusia dan kehidupan lain di bumi.

Sejatinya kehidupan manusia adalah untuk “Belajar Mencari Tahu,” bukan “Belajar Memberi Tahu”. Karena orang biasa memerangkapkan dirinya ke dalam ruang “memberitahukan”…, maka biasanya orang seperti itu lebih banyak akan berada pada dua kondisi psikhis: Minder atau rendah diri karena merasa tak mampu dan banyak kekurangan; dan sombong atau tinggi hati karena merasa pandai dan memiliki banyak kelebihan.

(Penggalan catatan diskusi menjelang subuh).

Sumber gambar: http://ipad.iwalls.org/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s