Keraguan Menyambut Kematian


Kita tak mungkin bisa menyelamatkan diri dari cengkeraman kuku-kuku kematian yang setiap detik menjulur panjang dekati kita. Hingga cinta pun tak kuasa memotong kuku-kuku itu, selain menenggelamkan harapan keselamatannya di bawah telapak kaki keagungan dan kemuliaan bayang-bayang Tuhan.

Di padang luas yang ditumbuhi rumput-rumput jiwa, lembah kehidupan semakin tertinggal di belakang dan jurang kematian tampak menganga lebar di depan siap menyambut. Tak mampu kau putari tepi jurang itu untuk menghindar, meskipun ribuan benih kebaikan telah kau tanam. Apalagi bila tangan niatmu tak pandai menanam benih-benih itu, karena lidah nafsumu telah memberangus tanah tempat tumbuhnya.

Bila kau berhenti melangkah karena ragu, maka dirimu sebenarnya telah terombang-ambing antara kedangkalan lembah kehidupan dan kedalaman liang kematianmu.

Sumber gambar: http://1.bp.blogspot.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s