Jangan Menjadi Hakim Kehidupan Untuk Orang Lain


Tanpa sadar, sering kita kita memposisikan diri sebagai seorang hakim kehidupan untuk menyatakan orang lain benar dan salah. Kita pun juga sering berperan sebagai Tuhan untuk menyatakan orang lain jujur dan pembohong. Hingga akhirnya, kita mendzalimi orang lain secara tidak sengaja.

Ketika seseorang telah membutakan matanya, membisukan mulutnya, dan menulikan telinganya dari perkara menilai dirinya sendiri, maka orang lain di sekelilingnya menjadi tumbal bagi kesewenang-wenangannya.

Saya semakin tidak mengerti, ketika seseorang menyibukkan dirinya dg membicarakan keburukan pribadi orang lain. Padahal telah jelas, setiap orang pada akhirnya akan bertanggungjawab di hadapan Tuhannya atas perilakunya sendiri semasa hidup di dunia.

Sumber gambar: http://rinduku.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s