Tak lupa asal


Saat gelombang menggulung dan badai menghantam, nakhoda sejati takkan pernah membawa kapalnya menuju ke pinggiran pantai. Karena lebih mudah membaca arah pukulan dan irama gelombang… dan arah angin di laut lepas, dibanding di dekat pantai.

Jangan pernah menjulurkan kepala melewati dinding kapalmu, bila kau memang memiliki naluri membaca kecepatan dan arah angin dengan kulit tubuhmu, dan dapat memperkirakan dalam tidak sebuah perairan dari pukulan ombak yang menerpa didnding kapal.

Sahabat, ini bukan soal kemampuan memiliki ilmu navigasi laut. Tapi ini soal nyali, mentalitas, dan harga diri sebagai keturunan bangsa pelaut.

Karena nenek moyang kami telah mengajari kami tentang bagaimana bisa mengetahui arah pulang ke rumah dengan mengikuti petunjuk bintang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s