Menghargai Proses Kehidupan


Kita harus merayakan (bersyukur) apa yang telah kita hasilkan sekarang, meskipun itu kecil dan tidak berarti di mata orang lain, sembari menghargai masa lalu. Tak mungkin kita bisa meraih kebahagiaan hari ini, bila kita tak mengisi hari kemarin dengan peluh, air mata, bahkan darah. Padahal peluh, air mata, dan darah adalah tiga elemen dasar yang merekatkan dan menguatkan harapan dan kenyataan di dalam diri seorang anak manusia.

Kehidupan senantiasa berproses mengikuti hukumnya sendiri dan manusia pun menjalani kehidupannya sesuai apa yang ia dicita-citakan. Terkadang sebelum sampai ke tujuan akhir, hukum kehidupan membalikkan apa yang dicita-citakan oleh manusia. Manusia boleh saja mengharapkan sesuatu sembari mengusahakan kehadirannya, tapi hasil akhir kehidupan sesungguhnya adalah misteri yang tak terpecahkan.

Kecewa dan bahagia, keduanya adalah bunga-bunga kehidupan. Bila kita telah siap untuk menikmati sebuah kebahagiaan, maka kita pun harus siap, karena kekecewaan (derita dan sedih) telah setia menanti kita di pintu kehidupan yang lain.

Tak perlu ada amarah dan kecewa, bila kita telah meyakini bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan sementara bagi manusia untuk memanfaatkan nafsu (hasrat) dan akalnya sesuai tujuan penciptaannya.

Apa yang kita rasakan dan alami hari ini, sudah tentu esok hari akan berubah. Tidak ada yang abadi, meskipun sketsa kehidupan, kita sendiri yang membuatnya dengan tinta peluh dan air mata.

Perjalanan waktu selalu mengantar diri kita kepada ketidakpastian, kecuali waktu mengantar kita kepada kepastian abadi: KEMATIAN.

Bila kita jujur terhadap diri kita sendiri, marilah kita menghitung secara matematis… buatlah perbadingan yang jujur tentang berapa jumlah penderitaan dan kebahagiaan yang pernah singgah selama kita hidup. Dan bila itu masih belum cukup, hitunglah lagi berapa jumlah nikmat dan karunia yang telah memenuhi hidup kita dengan jumlah penderitaan dan bencana yang mengenai hidup kita.

Sesungguhnya, sang waktu hanyalah perantara dan pengantar kita untuk menuju akhir dari sebuah proses kehidupan. Sang waktu tidak akan memberikan jawaban dari suatu ketidakpastian. Kita sendirilah yang akan memberikan jawaban dari ketidakpastian kehidupan dengan usaha yang sungguh-sungguh dan keyakinan yang benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s