Pahami dulu baru komentari


Semuanya menjadi tidak nyaman, ketika kebisingan telah menembus dinding-dinding dialektika berpikir dan kemudian menyebabkan akal sehat bertekuk lutut pada keakuan diri.

Sistesa pemahaman yang benar harus lahir ketika kita terlebih dulu telah memahami aspek simbolik yang menjadi tampilan awal sebuah makna dan pengertian.

Sangat susah untuk memahami pesan dari sebuah kalimat, bila kita tidak selesai memahami maksud dari setiap kata yang membentuk kalimat terlebih dulu! Padahal kekuatan pesan sebuah kalimat, dasarnya terletak pada pilihan-pilihan kata yang digunakan dan tanda bacanya.

Kita hanya bisa menjadi pembaca yang baik, bila kita memahami maksud penulis. Dan kita bisa menjadi penulis yang baik, bila kita terlebih dahulu menjadi pembaca yang baik.

Carut marut segala macam perdebatan dalam bentuk komentar-komentar berbau sinisme terhadap sebuah status di Facebook, lebih banyak diakibatkan karena komentator tidak berusaha lebih dulu untuk memahami maksud dari penulis status. Dan juga ditambah dengan ada beberapa komentator yang sengaja membuka ruang perdebatan untuk menunjukkan kepintaran dirinya.

Belajar bersama secara etis dan saling berbagi peran adalah salah satu langkah cerdas untuk saling memahami maksud. Olehnya, keakuan dan kesombongan adalah sifat yang harus dimusnahkan dari dalam diri, bila kita telah memahami bahwa tanggungjawab ilmu adalah didedikasikan untuk kemaslahatan bagi sesama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s