Orang Papua Makan Nasi


Mengajak orang asli Papua untuk kembali menjadikan sagu (dan ubi-ubian) sebagai bahan pangan utama adalah keputusan yang keliru. Sebab kita tidak bisa membalikkan fakta, bahwa beras atau nasi telah menjadi bahan pangan utama di setiap keluarga asli Papua.

Biaya produksi (pengolahan lahan, bibit, pupuk, obat-obatan, alat, dan tenaga kerja) dan panjangnya rantai distribusi beras (dari daerah penghasil ke daerah konsumen), menjadi penyebab utama setiap keluarga asli Papua harus mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah untuk membeli beras. Akhirnya demi memenuhi kebutuhan beras, orang asli Papua harus rela melepaskan tanah dan sumberdaya alamnya kepada pengusaha dengan harga murah demi memperoleh uang tunai.

Tidak ada yang salah, bila orang asli Papua memilih beras sebagai bahan pangan utama. Langkah solutif yang perlu diambil untuk menjawab kebutuhan beras dan menurunkan tingkat kemahalannya adalah memperpendek rantai distribusi beras, mengajari orang asli Papua untuk menanam padi, dan mengkampanyekan keunggulan bahan-bahan pangan lokal sebagai bahan pangan pelengkap.
Kita tidak perlu terkejut, ketika harga satu sak beras Dolog ukuran 15 kilogram dijual oleh pedagang seharga 130.000 – 150.000 rupiah di kota Wasior kabupaten Teluk Wondama. Jangan juga kaget, ketiga beras merek “Betet” ukuran 20 kilogram dijual seharga 230.000 – 250.000 per sak. Yang perlu kita tanyakan adalah beras-beras tersebut berasal dari mana dan untuk sampai ke kota wasior menggunakan transportasi apa, dan berapa biaya transportasinya.
Pengaruh positif dan negatif dari beralihnya orang Papua mengkonsumsi beras, harus dilihat secara utuh. Ini dimaksud agar sektor ketahanan pangan di Papua (beras dan bahan pangan lokal) tidak dipandang dalam konteks strategi politik pangan. Termasuk belum bisa dipastikan bahwa beras telah dijadikan alat politik untuk menjajah kebudayaan konsumsi orang Papua. Karena bahan-bahan pangan menurut fungsinya, tidak bisa dikaitkan dengan urusan politik.
————————-
Foto: Kaetaro – NIKON

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s