SURGA PERTEMUAN dan NERAKA PERPISAHAN


Dengan menyebut nama-Mu, yaa Al-Qudduus.

jannatul firdausYaa Robbana. Sesungguhnya bumi dan langit tak sanggup menampung keberadaan-Mu. Hanya hati seorang mukmin yang dapat menampung Kemahabesaran dan Kemahagungan-Mu. Di lubuk hati seorang mukmin yang bersih dan lapang, jauh dari kemunafikan dan kemusyrikan, keberadaan-Mu bersemayam. Engkaulah kesempurnaan mutlak, dari-Mu kebahagiaan hakiki bersumber.

Ketika tasbih tergantikan oleh ruas jemari, Engkaulah sesungguhnya pencipta dan pemilik manusia. Ketika ruas jemari tergantikan oleh detak nadi, Engkaulah sesungguhnya yang paling berhak diimani dan disembahi. Ketika detak nadi tergantikan oleh hati yang mensucikan-Mu, Engkaulah yang paling berhak dicintai.

Dialah Tuhan, Pemilik dan pemegang jiwa dan nasib manusia. Dengan Kemahakuasaan-Nya, Dia membolak balik hati setiap hamba. Sesungguhnya surga yang Dia maksudkan bagi kehidupan seorang mukmin di dunia, adalah kebahagiaan dan keselamatan yang dilahirkan dari kemuliaan dan keagungan akhlak. Itulah Jannah al-Liqaa’ – Surga Pertemuan.

DialahTuhan, Sang Pemilik penghambaan dari setiap hamba yang bersujud kepada-Nya.Allah telah bersumpah untuk mengisi neraka dengan orang-orang kafir dari golongan jin dan manusia. Sesungguhnya neraka yang Dia maksudkan bagi kehidupan seorang mukmin di dunia adalah akibat dari keburukan dan kejahatan akhlak. Itulah Jahannam al-Firaaq – Neraka Perpisahan.

Isyarat-isyarat tentang Jannah al-Liqaa’ dan Jahannam al-Firaaq, tersembunyi dari pandangan mata. Dan hanya terbuka bagi pandangan orang-orang mukmin yang menjaga dan memelihara pandangan-pendengaran-dan lisan hatinya dari kemunafikan dan kemusyrikan.

Telah banyak manusia dari berbagai jaman menyembah-Nya, karena terkecoh dengan kabar kenikmatan surga dan pedihnya neraka di akhirat kelak. Surga dan neraka telah menjadi sebab dan tujuan dari penghambaan dan ketaatan. Padahal, hanya Dia, Tuhan pencipta dan pemilik surga dan neraka yang paling berhak diharapkan pertolongan dan ditakuti kemurkaan-Nya.

Jannah al-Liqaa’ adalah pertemuan kembali manusia dengan fitrah dirinya, yaitu beriman dan menyembah Allah. Sedangkan Jahannam al-Firaaq adalah perpisahan – pengingkaran manusia terhadap fitrah dirinya.

Tak ada kebahagiaan hakiki dan kecintaan sejati bagi seorang mukmin di dunia, kecuali dirinya kembali kepada fitrah penciptaannya – beriman dan beribadah hanya kepada Allah. Ia menyatukan hati dan pikirannya dalam kebersihan dan ketulusan niat, melakukan sujud dan syukur kepada Allah dalam hening. Kemudian ia larut dalam kemanisan dan nikmatnya berdialog  dengan Tuhan-nya.

Adakah kesedihan dan kepedihan yang mampu menyamai atau mengalahkan perih dan pedih nyahati seorang mukmin yang mendustakan Tuhan-nya? Hanya orang-orang beriman yang senantiasa memberi makan ruhnya dengan berdzikir kepada Allah yang menyadari akibat dari malapetaka ini.

Yaa Robbana. Engkaulah buah hati dan tempat berharap para pencari kebenaran. Sebelum seorang hamba merintih dalam keputusasaan, menjerit dalam kebingungan,dan mencucurkan air mata di malam-malam gelap nan sunyi, kasih sayang dari Allah telah datang lebih dulu menyapanya. Sebelum manusia memikirkan dan meniatkan hajatnya, limpahan rahmat dan karunia dari Allah telah datang lebih dulu memenuhi dirinya.

Wahai Sang Mahakekal, Engkau Mahamutlak dan Kekasih Nan Suci. Cahaya wajah-Mu Mahaterang menerangi alam semesta. Hanya hati yang buta yang tak bisa melihat cahaya kebenaran dari-Mu.

Dialah Tuhan, yang membolehkan lidah berkata dalam doa. Dan ketika lidah kelu tak kuasa, Dia membolehkan hati meratap dalam diam, mengingat kasih sayang-Nya. Setiap niat peribadatan dan amal sholeh yang terbetik di hati dan terucap, ibaratnya buih di samudera. Begitulah keadaan jiwa bersimpuh di altar Ilahi. Buih tak mampu menjelaskan samudera, karena samudera yang melahirkannya.

Yaa Robbana. Mahakudus Asma-Mu, demi kelembutan dan keperkasaan sifat-Mu. Engkau telah bersumpah memberikan kenikmatan berlimpah di dalam surga kepada hamba-hamba-Mu yang taat. Tetapi jangankan kenikmatan di surga akhirat, di kehidupan di bumi pun Engkau telah berikan kenikmatan berlimpah.

Sesungguhnya kemunafikan terbesar adalah mengenal Allah, tapi tidak menunaikan hak-hak-Nya. Dan kemusyrikan terbesar adalah bergantung pada kekuatan diri sendiri dan menyamakan rahmat dan karunia dari-Nya dengan diri-Nya.

Yaa Robbana. Engkau terlalu pemurah untuk menolak doa yang di dalamnya disebutkan nama kekasih-Mu, Muhammad Rasulullah. Bila api hasrat yang bersih demi memuliakan-Mu telah menyala dalam hati – dan kemudian menghangatkan doa, tak ada satu pun air di muka bumi yang bisa memadamkannya. Kecuali air kesempurnaan-Mu yang bisa memadamkannya.

Sesungguhnya Jannah al-Liqaa’  hanya bisa diraih dengan menjauh dari hal-hal yang menyalakan Jahannam al-Firaaq. Dan Jahannam al-Firaaqhanya bisa dipadamkan dengan dengan melakukan hal-hal yang mendekatkan kepada Jannah al-Liqaa’. Hanya dari Allah segala kekuatan dan kemudahan bersumber.

Bila diri masih mau terus melakukan perbuatan munafik dan musyrik, mari renungi lima nasehat bijak dari Imam al-Husain RA, cucu Rasulullah Saw:

Pertama, berhentilah mengambil dan memakan rezeki yang disediakan oleh Allah;Kedua, keluarlah dari kerajaan – bumi yang diciptakan Allah; Ketiga, carilah tempat yang Allah tidak melihatmu; Keempat, satukan kekuatan dan kemampuanmu untuk mencegah malaikat maut mencabut nyawamu; Kelima, kumpulkan kekuatanmu untuk melawan Malik, malaikat penjaga neraka.

Yaa Robbana. Tiada yang bisa mengampunkan dosa dan menutupi keburukan manusia, kecuali diri-Mu. Tak terhitung berapa banyak malapetaka yang Kau hindarkan, dan betapa banyak bencana yang Kau tepiskan bagi seorang hamba. Tak terhitung berapa banyak pujian dari orang yang Kau sandangkan bagi seorang hamba. Engkau paling berhak mengetahui keburukan dan kelemahan seorang hamba, tapi Engkau menutupinya dari mata dan telinga hamba yang lain.

Yaa Robbana. Sekalipun dzikirku jauh dari sempurna, tercemari kebimbangan, ternodai kedurhakaan, tapi aku terus berusaha berulang kali melakukannya. Wajahku jauh dari tersungkur sujud kepada-Mu, lidahku belum tulus menyebut kesucian nama-Mu, puja puji syukurku kepada-Mu belum bersungguh-sungguh. Karuniakan aku ilmu tentang-Mu, agar dzikirku mendekati batas terluar kesempurnaan manusia.

Sesungguhnya, Engkau, Engkau, Engkau-lah Tuhanku.

 

Yaa Ilaahi. Yaa Nuur yaa Qudduus… yaa Awwal awwaliin… yaa Akhir akhiriin.

Yaa Ilaahi. Wabisulthonikalladzi ‘ala kulla syai’i… wabiwajhika baqii ba’da fanaa’ikulla syai’i… wabinuuri wajhikalladzi adho’alahu kulla syai’i.

Yaa Ilaahi. Antusaamihanii watarhamanii wataj’alanii biqosmika rodhiyaan qooni’an

Dengan menyebut nama-Mu, yaa Ar-Rahmaan.

 

————————-

Gambar: http://abuhazieq.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s