Arti Penting DIARY


url-Bicara tentang Catatan Harian, Buku Harian, atau Diary, sudah tentu tidak asing di kepala anda. Suatu tulisan pendek tentang apa yang anda rasakan dan alami dari rangkaian kehidupan anda setiap hari. Sudah tentu mengenai hal yang memberikan arti tersendiri dan kesan mendalam dihidup anda.

Diary memiliki kekuatan pada kronologi waktu dan tempat dan kebenaran peristiwa.  Sedangkan jiwa yang menghidupinya adalah perasaan dan pemikiraan anda tentang peristiwa.  Sederhananya, anda memotret diri anda pada satu peristiwa di satu waktu dan tempat.

Kejujuran hati dan kejernihan berpikir dibutuhkan untuk menulis diary. Kisahnya tidak bisa disusun berdasarkan peristiwa yang anda tidak berada di dalamnya. Atau menulis kisah hidup keseharian orang lain. Dalam diary, andalah aktor utamanya, kejadian-kejadian yang anda alami adalah ceritanya, dan penulis cerita adalah anda sendiri.

Melalui menulis diary, anda sedang belajar membagi kemanusiaan anda kepada dunia. Mengabarkan kepada banyak orang, tentang pikiran dan perasaan anda. Berbagi inspirasi, suka duka, dan semangat hidup. Anda bercerita dengan diri anda sendiri, agar orang lain tahu siapa anda sesungguhnya.

Setiap peristiwa selalu menghadirkan kesannya tersendiri. Dan tidak akan terulang lagi. Bila hari inianda bahagia, belum tentu esok hari anda masih bahagia. Begitu pun dengan duka dan derita. Olehnya, rekam jejak kehidupan setiap hari harus diabadikan. Agar menjadi pelajaran dan nasehat di kemudian hari. Agar menjadi renungan dan kenangan di hari tua.

Andalah pelaku sejarah, andalah pencipta dan pemilik peristiwa, maka abadikanlah. Menulis diary adalah cara sederhana menghargai setiap nafas kehidupan yang anda hembuskan dengan penuh rasa syukur. Menjadikan anda menghargai sejarah hidup anda secara benar.

Anda pasti pernah membaca diary-diary terkenal yang diangkat menjadi bacaan publik karena kekuatan peristiwa dan bagaimana pemiliknya menyikapi peristiwa. Sebut saja beberapa di antaranya, Nadja Halilbegovich dengan “My Childhood Under Fire, A Sarajevo Diary”, Anne Frank dengan “The Diary of A Young Girl”, “The Motorcycle Diaries”, milik Che Guevara, atau Josep Conrad dengan “Heart of  Darkness and the Congo Diary”.

Kita di Indonesia memiliki beberapa diary yang menginspirasi banyak orang. Norman Edwin dengan diary-nya,CatatanSahabat Sang Alam” dan Soe Hok Gie dengan diary-nya “Catatan Seorang Demonstran”. Ada juga satu diary yang menurutku menarik untuk dibaca, Rindu dengan dua bukunya, “Perempuan Pencari Tuhan”. Diary ini ditulisnya dengan gaya bahasa novel dan berisi hanya beberapa kejadian yang menurut pemiliknya penting dan bermakna dalam.

Menulis diary tidak susah. Teknik penulisannya tidak rumit. Cukuplah anda konsisten setiap hari membuat catatan harian dengan gaya bahasa sederhana. Tidak harus menggunakan komputer. Hanya berbekal sebuah balpoint atau pensil dan buku catatan.

Ada beberapa orang yang suka menulis diary, tapi dibatasi hanya pada urusan kisah percintaan saja. Ini memang hak setiap orang. Tapi menurut saya, diary-nya tidak memiliki kekuatan menyampaikan siapa dirinya sesungguhnya, karena kisah hidup tidak hanya untuk urusan cinta. Sebab diary tidak mengenal memilih-milih peristiwa. Tetapi seluruh peristiwa yang terjadi dan dialami, ditulis mengikuti kronologi waktu.

Bagaimana teknik menulis diary? Berikut saya bagikan beberapa tips sesuai yang saya lakukan selama ini:

1.  Harus membangun kesadaran diri. Bahwa kita butuh merekam jejak kehidupan diri sendiri. Harus ada kesadaran bahwa setiap peristiwa yang kita alami memiliki arti penting dalam menjalani hidup

2.  Jujurdan tidak mengadaada. Diary harus ditulis berdasakan apa yang kita sendiri alami. Ungkapan perasaan dan pikiran secara jujur menjadi kekuatan utama dalam cerita

3.  Tulisdengan singkat, padat, dan jelas. Menulis diary tidakharus berlembar-lembar halamannya. Bisa satu dua halaman. Anda bisa saja menulis dengan menggunakan rumus klasik 5W + 1H. Sudah tentu tidak dengan menggunakan gaya bahasa reportase. Tapi dengan mendeskripsikan topik utama peristiwa, posisi dan sikap anda dalam peristiwa tersebut. Jangan biasakan diri menulis diary seperti menulis jadwal aktifitas kegiatan setiap hari🙂

4.  Taat kronologi waktu. Namanya catatan harian, maka waktudan tempat menjadi kunci dalam menulis diary. Jangan memulai cerita dengan sudut pandang orang kedua atau orang ketiga. Andalah tokoh utama dalam cerita,maka tampilkanlah karakter anda yang sesungguhnya. Jangan menulis peristiwa yang belum atau tidak terjadi dan tidak anda alami.

5.  Hindari menilai peristiwa. Diary yang ditulis dengan menilai peristiwa, akan membuat anda berada di luar pesan yang mau disampaikan. Anda menjadi tidak objektif dalam membangun narasi, karena kehilangan hubungan emosional dengan peristiwa

6.  Gambarkan waktu dan tempat secara baik. Waktu dan tempat adalah bingkai yang membentuk gambaran peristiwa. Olehnya, menjadi sia-sia bila anda tidak mencantumkan keduanya

7.  Masukkan karakter anda. Banyak penulis diary yang mulai menulis dengan kata sapaan, puji dan syukur kepada Tuhan, atau kalimat renungan. Anda bisa memilih berbeda sesuai karakter anda. Anda bisa menulis dengan pendekatan sastrawi atau seperti membuat lembar fakta. Semuanya berpulang pada gaya anda biasa bercerita

8.  Buatlah satu kalimat penting di akhirnya. Ini bertujuan untuk menyatakan pembelajaran, kesan mendalam, atau harapan yang anda peroleh dari peristiwa di satu hari.

Sahabat! Sangat sederhana dalam menulis diary. Yang menjadi persoalan, apakah kita mau merekam jejak kehidupan kita setiap hari atau tidak. Semuanya berpulang kepada anda sendiri. Atau mungkin anda lebih suka sejarah hidup anda ditulis oleh orang lain?

~~ Aku Pelaku Kehidupan, Maka Aku Penulis Sejarah Hidupku ~

———————

Sumber gambar: http://www.my-diary.org

<photo id=”1″ />

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s