Penggalan Ulasan, “KEMISKINAN MASYARAKAT NELAYAN MANOKWARI”


Mendengar cerita dan melihat langsung kemiskinan masyarakat nelayan di kabupaten Manokwari, sepertinya ada banyak hal yang perlu di diskusikan secara serius.

Pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah, sampai saat ini belum memperlihatkan hasilnya. Karena kemiskinan pada komunitas ini telah terjadi lama, dan sebagai akumulasi dari banyak hal. Salah satu penyebab utamanya adalah sistim pembangunan daerah yang memarjinalkan komunitas nelayan dan struktur sosial masyarakat nelayan yang tidak adaptif terhadap tuntutan perubahan wilayah.

Program-program pemberdayaan masyarakat nelayan yang dilakukan oleh pemerintah (provinsi dan kabupaten) selama ini , lebih ditujukan pada pemenuhan peralatan produksi. Seperti pembagian perahu, motor tempel, jaring, dan peralatan lain. Sedangkan aspek utama penyebab kemiskinan yang sifatnya budaya – sistim ekonomi – dan strukur ekonomi tidak di sentuh. dampak buruknya, kepemilikkan peralatan tangkap tidak berimplikasi positif menaikkan kesejahteraan keluarga nelayan.

Penanganan taktis yang dilakukan oleh beberapa LSM lokal pun mengalami nasib sama. Cara pandang pragmatis yang diterapkan terhadap masalah kemiskinan dan penanganannya hanya sampai menghasilkan data dan informasi angka kemiskinan dan dampak buruknya. Kesadaran kritis terhadap produktifitas diri dan terbangunnya motivasi kemandirian hidup nelayan tidak tercipta.

Menyangkut kemiskinan, tidak hanya kemiskinan masyarakat nelayan, ada enam Teori Kemiskinan yang perlu dipelajari. Teori Neo Liberal, Teori Sosial Demokrat, Teori Marjinal, Teori Pembangunan, Teori Struktural, dan Teori Artikulasi Moda Sosial.

Saya coba membedah bangun keenam teori tersebut. Ada satu hal penting yang saya temukan, bahwa penyebab kemiskinan tidak bersumber pada faktor kelangkaan sumber produksi dan alat produksi. Tetapi lebih banyak diakibatkan oleh faktor keahlian – pendidikan, budaya, pasar, pengelolaan hasil pendapatan, kebijakan pembangunan negara, dan struktur ekonomi dunia.

Berangkat dari hal ini, maka bangun kebijakan pengentasan kemiskinan masyarakat nelayan tidak bisa dirancang berdiri sendiri, terlepas dari faktor lain. Seperti peningkatan kapasitas individu tidak bisa dilakukan dengan mengabaikan aspek dinamika pasar dan kebijakan pembangunan perikanan daerah. Atau pembangunan perikanan daerah tidak bisa mengabaikan trend pasar perikanan dunia dan struktur ekonomi perikanan global.

Oleh karenanya, program penanganan kemiskinan masyarakat nelayan harus dimulai dengan mempetakan jelas, penyebab-penyebab kemiskinan yang muncul dari: Individu, Keluarga, Budaya (Masyarakat), Agensi (pihak lain – dan korporasi), dan Struktur (Sosial dan Ekonomi).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s