PENTINGNYA PERGAULAN (SHUHBAH) dalam PANDANGAN ISLAM


Bismillahirrahmanirrahim

Allah menetapkan tiga dasar tujuan utama dalam ber-Islam. Yaitu sebagai jalan untukmengenal dan menyembah-Nya (Ad-Din), pedoman nilai dan tata aturan perilaku (Akhlaqul Karimah), dan untuk memelihara dan mengatur kehidupan di muka bumi (Khalifah). Ketiga tujuan ini bila dirangkum menjadi satu, maka ber-Islam adalah menerapkan prinsip-prinsip Keimanan, Keilmuan, dan Amaliyah.

Bicara hukum dan aturan dalam Islam, seluruh aspek kehidupan manusia telah di atur. Mulai dari urusan kehidupan pribadi, hubungan dengan orang lain dan masyarakat, hubungan dengan alam, dan hubungan dengan Tuhan. Tak ada satu pun yang tidak diatur dan ditetapkan hukumnya secara syar’i. Sumber hukum Islam adalahal-Qur’an, Hadist, dan Ijma’ Ulama. Sedangkan pertentangan dan perselisihan pendapat tentang tafsir Hadist dan Ijma’, dikembalikan kepada kebenaran al-Qur’an.

Berangkat dari hal ini, kesimpulannya Islam adalah agama sosial. Islam bukan agama individual dan tertutup. Segala hal menyangkut peribadatan dan amaliyah yang dilakukan setiap muslim, harus memberikan manfaat kebaikan kepada orang lain. Manfaat kebaikan ini tidak mengenal perbedaan keyakinan – agama dan latar belakang sosial budaya lainnya.

Bergaul dengan orang lain adalah fitrah manusia. Manusia tidak bisa hidup dan beraktifitas sendiri tanpa kehadiran atau berhubungan dengan orang lai. Tidak hanya dalam urusan duniawi saja, tapi juga urusan-urusan peribadatan dan spiritual. Olehnya Islam mensyaratkan, bahwa baiknya hubungan dengan Tuhan (Hablum Minallah) harus di awali dengan baiknya hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas).Ini bentuk keseimbangan komunikasi sosial dan komunikasi spiritual.

Menyangkut bergaul atau pergaulan – berteman dan bersahabat, dalam Islam dikenal dengan sebutan ‘Shuhbah’. Shuhbah adalah pergaulan atau hubungan komunikasi antara seseorang dengan orang lain atau banyak orang.

Pergaulan yang dimaksudkan Islam adalah bergaul dengan orang-orang baik karena alasan kebaikan dan untuk tujuan kebaikan. Pergaulan yang tidak bertentangan dengan nilai dan ajaran Islam. Atau pergaulan yang tidak bertujuan menyekutukan Allahdan menimbulkan masalah dan kerugian bagi orang lain. Intinya shuhbah adalah pertemanan dan persahabat dalam ketakwaan kepada Allah.

Dalam hidup bermasyarakat, Islam tidak melarang umatnya bergaul dengan orang dariagama lain. Seorang muslim boleh bergaul dengan siapa saja dalam urusan-urusan duniawi. Tetapi menyangkut urusan akhirat, seorang muslim wajib hanya bergaul dengan sesama muslim.

Pergaulan dengan umat lain tidak boleh sampai menghilangkan jati diri dan identitas seorang muslim. Nilai dan etika Islami harus dikedepankan dalam pergaulan di masyarakat. Seorang muslim harus menjadi yang terdepan dalam berbuat kebaikan dan yang terbaik dalam menampilkan sifat-sifat terpuji dan mulia.

Shuhbah hukumnya sangat dianjurkan dalam konteks hidup bermasyarakat. Terutama bila kita hidu psebagai warga dalam suatu masyarakat. Sebab hal itu akan menyebabkan ke-Islaman kita mendatangkan manfaat kebaikan kepada orang lain. Shuhbah termasuk perilaku syiar untuk mengabarkan pesan-pesan tauhid dan kebenaran Islam.

Menyangkut pergaulan, Islam telah mengatur umatnya dalam memilih teman bergaul. Hal ini bisa ditemukan dalam al-Qur’an dan hadist Rasulullah.Pembaca, saya mengemukakan beberapa ayat al-Qur’an dan hadist Rasulullah sebagai dasar hukum memilih teman bergaul. Ayat al-Qur’an dan hadist yang saya tulis di bawah ini memiliki sudut pandang tafsir bebas secara tata bahasa, tapi menekankan pada inti pesannya. Pembaca bisa menelaah kebenarannya di Al Qur’an dan kitab hadist.

Berikutdi bawah ini beberapa nilai dan prinsip dasar dalam al-Qur’an dalam memilih teman bergaul :

  1. Bergaul dengan orang-orang yang bertakwa kepada Allah dan orang-orang benar. (QS.At-Taubah : 119)
  2. Bergaul dengan orang-orang yang menepati janjinya kepada Allah. (QS. Al-Ahzaab : 23)
  3. Bergaul dengan orang-orang yang menyeru kepada Allah. Dan jangan bergaul dengan orang-orangyang hatinya lalai dari mengingat Allah dan berharap kenikmatan dunia semata. (QS. Al-Kahfi : 28)
  4. Bergaul dengan orang-orang yang menyerahkan urusan hidupnya dan selalu berharap kepada ridha Allah. (QS. Luqman : 15)
  5. Jangan bergaul dengan orang-orang yang mengingkari kebenaran Islam, kerasulan Rasullah, dan kebenaran Al Qur’an. (QS. Al-Alfurqaan :27 – 29)
  6. Bergaul dengan orang-orang yang bertakwa kepada Allah. (QS.Az-Zukhruf : 67)
  7. Bergaul dengan orang-orang yang memiliki ilmu-ilmu bermanfaat. (QS. Al-Furqaan : 59)

Di dalam hadist Rasulullah, hal ini pun di atur. Berikut di bawah ini beberapa hadist tentangnya:

  1. Bergaul dengan orang-orang yang bisa mendatangkan manfaat kebaikan dan mengingatkan akan Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)
  2. Bergaul dengan orang-orang yang paham agama dan berakhlaq baik. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
  3. Bergaul dengan orang-orang yang mencintai Allah (dan Rasulullah). (HR. Abu Dawud).

Para ahli hukum Islam (Fiqih) atau Fuqaha, memiliki pandangan tentang pergaulan. Dasar pandangan mereka tetap berpatokan pada al-Qur’an dan Hadist.

Saya mengikuti pemahaman Fakhruddin ar-Razi dalam kitab Tafsiir Mafaatiih al-Ghaib, ketika menafsirkan surat al-Faatiha.

Padaayat keenam surat al-Faatiha berbunyi, “Tunjukilahkami jalan yang lurus,”. Ayat ini tidak berhenti di situ saja, tapi memiliki kelanjutan yang bersifat keterangan memilih teman bergaul, “(yaitu)Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; ” Kemudian diikuti lagi dengan keterangan tambahan untuk memperjelas keterangan pertama, “bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Ayat ketujuh menjelaskan pentingnya seorang muslim bergaul dengan orang-orang yang telah Allah berikan nikmat. Nikmat di sini memiliki makna, ketakwaan, kesholehan, ilmu agama, dan berakhlaq mulia. Namun sebelum bergaul dengan orang-orang demikian, ayat keenam menjelaskan tentang perlunya kita memohon kepada Allah dan meluruskan niat bergaul semata-mata untuk memuliakan dan mengagungkan Allah.

Bila kita kembali cermati baik inti pesan ayat keenam, ayat ini bersumber dari  kesadaran akal dan kebersihan hati menghamba kepada Allah. Sebab kata ‘Tunjukilah kami’ memiliki makna permohonan dan berharap. Artinya ada kesadaran untuk memohon dan berharap kepada sesuatu yangdiyakini mampu menolong dan memberi keselamatan – Dialah Allah. Penyebab initelah dijelaskan pada ayat kelima, “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”

Terdapat dua makna utama dalam ayat kelima ini. Pertama, kepatuhan dan ketundukan terhadap Kemahabesaran Allah dan keyakinan bahwa Allah memiliki kekuatan mutlak atas segala sesuatu; dan Kedua, mengharapkan pertolongan dari Allah atas suatu perkara yang tak mampu dikerjakan.

Kembali kepada pergaulan dalam Islam. Dalam kehidupan, nikmat dari Allah, orang-orang berakhlak mulia dan berilmu, Allah mempertemukan langsung kita dengan mereka. Atau dengan sebab dari mereka, Allah mendatangkan rahmat-Nya bagi pergaulan kita. Yang terpenting di sini adalah kita mengambil manfaat kebaikan dari pergaulan. Yaitu bertambahnya keimanan kita kepada Allah dan belajar tentang ilmu dan amal.

Penjelasan di atas tidak boleh membuat seorang muslim dalam bergaul bertindak tidak adil kepada temannya. Apapun agama dan latar belakang sosial dari teman bergaul,sifat adil, sifat jujur, sifat mengasihi, sifat menghargai, dan manfaat kebaikan harus diberikan secara penuh.

Islam menganjurkan umatnya untuk memilih teman bergaul. Dan bukan untuk membeda-bedakanmanusia berdasarkan perbedaan latar belakangnya. Aturan dan etika bergaul dalam pandangan Islam, ditetapkan untuk menjaga keterkaitan sosial dengan keimanan seseorang dan membina hubungan pribadi dengan orang lain secara harmonis.

Allahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s