Yaa RAMADHAN Yaa KARIIM


Bismillahirrohmaanirrohiim…,

RAMADHAN 1435 Hiriyah

Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri dalam diri setiap muslim, bila ia diberikan kesempatan oleh Allah memasuki Ramadhan 1435 Hijriyah. Karena dengan kesedihan mendalam ia meninggalkan jauh Ramadhan 1434 Hijriyah, dan berbekal air mata kebahagiaan dan syukur ia memasuki Ramadhan tahun ini.

Setiap diri bisa merenungi dan merasakan kembali, bekas-bekas penghambaan yang pernah ditorehkan dalam dirinya di Ramadhan tahun lalu. Setiap diri pun bisa menghakimi dirinya sendiri, manfaat apa yang ia petik darinya. Apakah manisnya iman dan peningkatan ketakwaan, atau kah kesia-siaan dan kelelahan yang ia rasakan.

Ramadhan adalah penghulu bulan. Bulan yang agung, bulan kekasih Allah. Bulan yang hari-harinya penuh kemuliaan, bulan yang jam-jamnya penuh kebaikan. Ramadhan, kedatangannya membawa keberkahan, membersihkan diri dari salah dan dosa atas ijin Allah. Dialah bulan yang selalu dirindukan sebelum kedatangannya, dan disedihkan sebelum kepergianmu.

Telah menjadi sunnah Rasul, setiap muslim diharuskan menyambut datangnya Ramadhan dengan kegembiraan. Membersihkan dirinya, membersihkan hartanya, dan dan membagi kabar kebaikan Ramadhan kepada sesamanya. Sebab Ramadhan bukan milik hanya orang-orang saleh dan ahli ibadah, tapi milik seluruh umat muslim.

Ini bulan yang di dalamnya penuh ditaburi kasih sayang. Bulan penuh cinta dan pengharapan akan hadirnya ridha Ilahi. Suatu bulan tuntunan bagi siapa saja yang mengimani Allah dan kerasulan Muhammad. Bulan yang mampu menampung keagungan dan kesucian Alqur’an; bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan – Lailatul Qadar; bulan yang Allah melipatgandakan pahala ibadah wajib dan ibadah sunnah memilili kadar seperti ibadah wajib. Sungguh begitu banyak kelebihan dan kemuliaan yang dikandung bulan ini. Siapapun manusia berhak memperoleh berkah dan rahmat Allah di bulan ini.

Oleh karenanya, sungguh celaka orang-orang mukmin yang menyambut hadirnya Ramadhan dengan bibir penuh pergunjingan, memfitnah, dan caci maki. Seharusnya bibir diikhlaskan bergetar dengan doa, dzikir, dan kalimat suci Alqur’an. Takbir, tahlil, dan tahmid adalah ucapan mulia untuk menyambut Ramadhan.

Sebelas bulan mendekati akhir kita lalui. Di dalamnya pasti kita temukan banyak prahara kehidupan. Kebahagiaan dan kedukaan duniawi campur aduk jadi satu. Bila selama ini diri kita penuh kezaliman kepada sesama, memenuhi hati dan pikiran dengan perkara haram dan syubhat, kini gerbang Ramadhan nampak mendekat. Aroma wanginya telah terasa, menyadarkan kita untuk membuka gerbangnya dengan ucapan kunci ketulusan, “Alhamdulillah…. Bismillahi…”

Yaa Ramadhan! Aku menyambut hadirmu di tengah derasnya ujian fitnah. Fitnah yang lahir dari kebodohan dan kesalahanku. Fitnah yang disebarkan manusia karena ketidaktaatanku kepada-Mu, yaa Allah. Entah apalagi yang harus kukatakan dan kukeluhkan. Padahal telingaku ingin mendengar satu patah kata dari manusia tentang kedamaian. Lidahku menjadi kelu, air mataku hampir berkata menggantikan mulutku.

Assalamu’alaika, yaa Ramadhan. Engkaulah bulan yang disambut Rasulullah dengan tumpahan air mata penghambaan demi mensucikan Tuhan-nya. Orang-orang saleh merintih, membersihkan hati dan pikirannya dengan air mata penyesalan dan taubat. Bulan yang setia dinanti dan didambakan kaum fuqaraa dan masaakin.

Yaa Allah, di bulan penuh pengampunan ini kami berkumpul di hadapan-Mu. Sebagaimana nanti kami akan berkumpul di hadapan mahkamah keadilan-Mu di akhirat kelak. Sebelas bulan Engkau telah menutupi aib dan kekurangan kami, maka ridhailah kami membukanya kepada sesama demi memperoleh pemaafan, dan ampunan-Mu.

Kita semua berharap kepada kemurahan-Nya, bisa diperkenankan memasuki Ramadhan 2435 Hijriyah. Dengan kesehatan, kecukupan rizki, niat yang bersih, dan silaturrahim yang terbina baik untuk memperoleh manfaat di dalam bulan ini.

Begitu berartinya Ramadhan, hingga Rasulullah seringkali membaca surat Al A’laa pada setiap sholatnya. Tujuannya agar senantiasa mengingat pentingnya membersihkan diri dengan beriman kepada Allah. Al A’laa adalah surat ke-87 dalam Alqur’an. Surat ini mengandung perintah kepada setiap mukmin untuk mensucikan Tuhannya setinggi-tinggi, karena Dia telah menciptakan dan menyempurnakan penciptaan manusia. Dia menentukan kadar dan derajat manusia sesuai akal dan hatinya, dengan memberikan petunjuk berupa agama (Islam), Alqur’an, dan Rasulullah.

Mensucikan Allah Yang Mahasuci harus dimulai dari mensucikan diri sendiri lebih dulu. Pada surat tersebut, di ayat 14 – 15, Allah mengatakan, “Qod aflaha man tajakkaa wadzakarosma robbihi fasholla – Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.”

Yaa Ramadhan… Yaa Kariim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s