Apabila Anakmu Bertanya Kepadamu


Bismillahirrohmaanirrohiim…

Pendidikan, pembinaan, dan bimbingan ber-Islam untuk anak telah menjadi suatu kebutuhan mendasar bagi setiap orang tua – keluarga Muslim. Selain mengajari mereka untuk membaca Al Qur’an, sholat, dan puasa, pemahaman anak tentang Islam harus terus ajarkan dan ditanamkan ke dalam dirinya.

Terdapat beberapa pertanyaan penting yang menurut saya harus diajarkan kepada anak dan disediakan jawabannya oleh kita sebagai orang tua – pendidiknya. Beberapa pertanyaan mendasar yang dimaksud, dapat dibaca di bawah ini.

Pembaca boleh mengembangkan pertanyaan dan jawabannya sesuai hal-hal yang dipandang penting untuk anaknya dengan senantiasa berpedoman pada Al Qur’an dan Hadist. Semoga pertanyaan – dan jawabannya di bawah ini bisa membuat anak bertanya kepada dirinya sendiri, mencari tahu tentang Islam, dan bertanya kepada sesama muslim – saudaranya.

Apabila anakmu bertanya kepadamu tentang Allah, maka katakanlah kepadanya:

“Allah adalah Tuhanmu yang menciptakan, menghidupkan, memelihara, mematikan, membangkitkan, dan mengadilimu. Tuhanmu Mahaesa, Mahapengasih, dan Mahaperkasa. Tuhanmu sangat dekat dengan dirimu, jadi bila engkau berdoa – memohon kepada-Nya, maka ia akan mengabulkan doa – permohonanmu.”

“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Baqarah : 163).

Apabila anakmu bertanya kepadamu tentang Rasulullah, maka katakanlah kepadanya:

“Muhammad Saw adalah Rasul Allah. Rasulmu mencintaimu melebihi cinta kasih kedua orang tuamu kepadamu. Maka cintailah Rasulullah sebagai bukti keimanan dan ketakwaanmu kepada Tuhanmu.”

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.” (QS. Ali ‘Imran : 144).

Apabila anakmu bertanya tentang Al Qur’an, maka katakanlah kepadanya:

“Al Qur’an adalah kitab sucimu, kitab suci agamamu, tata aturan dan hukum yang mengatur diri dan kehidupanmu di dunia. Al Qur’an adalah perkataan Allah, diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah Saw lewat perantaraan malaikat Jibril As. Kitab suci yang diciptakan, disempurnakan, dan dipelihara kemuliaan dan kebenarannya oleh Allah.”

“Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu.” (QS.  Asy Syu’araa’ : 192 – 196).

Apabila anakmu bertanya tentang dirimu (ayah ibunya), maka katakanlah kepadanya:

“Kedua orang tuamu adalah hamba Allah dan umat Rasulullah. Lewat perantaraan keduanya engkau diciptakan dan dilahirkan ke bumi oleh Allah. Maka kasihilah keduanya dan berbaktilah kepada keduanya dengan kasih sayang dan kebaktian yang tidak melebihi cinta dan kebaktian kepada Allah dan Rasulullah.”

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Israa’ : 23).

Apabila anakmu bertanya kepadamu tentang dirinya, maka katakanlah kepadanya:

“Engkau adalah hamba Allah dan umat Rasulullah. Amanah yang Allah percayakan kepada ayah dan ibu untuk mendidikmu sesuai nilai dan ajarannya Rasulullah (Islam).”

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.”” (QS. Al A’raaf : 172).

Apabila anakmu bertanya kepada tentang Islam, maka katakanlah kepadanya:

“Aku berserah diri kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw. Aku beriman, beribadah dan beramal saleh demi memuliakan dan mensucikan Allah Swt. Dan hanya kepada Allah aku berharap dan berserah diri.”

“(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al Baqarah : 112).

Apabila anakmu bertanya kepadamu tentang Kesempurnaan Islam, maka katakanlah kepadanya:

“Kesempurnaan Islam menjadi hak dan ketetapan Allah. Tak seorang pun manusia mampu memutarbalikkan kebenaran dan menodai kesempurnaan dan kesucian Islam. Hanya Allah dan rasul-Nya yang berhak menjelaskan kesempurnaan kebenaran Islam.”

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah : 3).

Apabila anakmu bertanya kepadamu tentang siapa Saudaranya, maka katakanlah kepadanya:

“Saudaramu adalah seluruh manusia yang bersaksi bahwa Allah Swt adalah Tuhannya, Muhammad Saw adalah rasul Allah.”

” Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.” (QS. Al Hujuraat : 10).

Apabila anakmu bertanya kepadamu tentang kehidupan, manusia dan kehidupan di dunia, maka katakanlah kepadanya:

“Setiap muslim – umat Rasululaah Saw wajib berbuat baik dan santun kepada sesamanya dan kehidupan seisi alam sesuai nilai dan ajaran Islam yang diajarkan Rasulullah. Setiap diri pribadi muslim adalah pemimpin bagi dirinya, keluarganya, masyarakat di mana ia hidup. Bahwa perbedaan adalah salah satu ketetapan ketetapan Allah (Sunnatullah) yang wajib disikapi dengan bijak, karena perilaku kehidupan setiap muslim diwajibkan harus memberikan manfaat kebaikan dan kedamaian kepada orang lain dan kehidupan.”

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An Nahl : 125).

Apabila anakmu bertanya kepadamu tentang Kehidupan Dunia dan Kehidupan Akhirat, maka katakanlah kepada:

“Kehidupan dunia adalah kehidupan yang bersifat sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah kehidupan yang abadi. Maka hiduplah di dunia sesuai perintah dan larangan Allah Swt dan Rasulullah Saw, sebagai tempat mengumpulkan bekal untuk kehidupan di akhirat.”

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al An’aam : 32).

Apabila anakmu bertanya kepadamu tentang kematian, maka katakanlah kepadanya:

“Setiap yang berjiwa/bernyawa akan mati. Kematian adalah akhir kehidupan manusia di dunia, jalan baginya untuk menemui Tuhan-nya lewat kebangkitan dan pengadilan dari-Nya. Hanya Allah yang Mahahidup dan Mahaabadi.”

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali ‘Imraan : 185).

Apabila anakmu bertanya kepadamu tentang Hari Kiamat, maka katakanlah kepadanya:

“Hari Kiamat adalah suatu ketetapan Allah, hari di mana seluruh umat manusia di matikan dikumpulkan, dan dibangkitkan (Yawm al Qiyamah – Hari Berakhirnya Kehidupan). Dengan Kiamat Allah membinasakan manusia, seluruh kehidupan, langit dan bumi serta seisinya.”

“Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi) nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).” (QS. Huud : 103).

Apabila anakmu bertanya kepadamu tentang Hari Kebangkitan dan Hari Pengadilan, maka katakanlah kepadanya:

“Setelah Hari Pembinasaan (Kiamat), Allah akan membangkitkan seluruh umat manusia (Yawm al Ba’ats – Hari Dibangkitkan) mulai dari jaman nabi Adam As – sampai umat pada ketika kiamat terjadi di suatu tempat bernama Padang Mahsyar – (Yawm al Mahsyar). Seluruh manusia dikumpulkan untuk dimintai pertanggunjawaban oleh Allah atas seluruh kehidupannya masing-masing semasa hidup di dunia (Yawm al Hisaab – Hari Perhitungan/Pengadilan)

Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil.” (QS. Al Mu’min : 32).

Dan apabila anakmu bertanya tentang surga dan neraka, maka katakanlah kepadanya:

“Aku akan mendidikmu untuk mengenal kenikmatan dan kebahagiaan Surga dan mengenal kekejian dan kebinasaan Neraka. Agar engkau bisa lebih mulia daripada surga dan tidak dihinakan neraka. Mari kita ikuti jalannya Ibrahim As dan Muhammad Saw.”

Wassalam…🙂🙂

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s