PEREMPUAN BERKALUNG “BANGKAI”


Sahabat…!

Tulisan pendek ini lahir dari sebuah kejadian tak terencana dan terduga di Facebook. Seperti biasanya, saya sebagai salah satu admin dari empat admin di Group Dewan Muslim Papua, bila ada waktu luang akan mengecek dan memonitor arus informasi dan diskusi di group ini. Sudah menjadi kesepakatan tak tertulis antar kami admin, bahwa tugas saya adalah mengawasi dan menanggapi “tread”, “comment”, dan “link” yang dibuat oleh anggota group yang beragama Islam. Tujuannya tak lain daripada menjaga agar paham-paham radikal “berbasis Islam” dan fanatisme sempit sebagian kecil umat Islam, termasuk perkara bid’ah tidak dimasukkan ke dalam group DMP.

Pada beberapa hari lalu, setelah saya menanggapi komentar seorang teman tentang ISIS dan Islam, ada seorang perempuan cantik bernama “Citra Ayu Sahertian”. Dia berkomentar seperti ini: “Derak Ranting, kamu jangan bodoh! Kalo berani, aku tantang kamu berdebat… One by One! Aku tunggu jawabanmu..!”

Tak ada angin dan hujan (karena saya berbalas komentar dengan orang lain), dia langsung masuk dengan pernyataan seperti itu. Tidak jelas juga, yang mau dia perdebatkan hal apa.Bagi saya, perilaku perempuan ini sangat aneh. Menjadi aneh karena saya tidak berdiskusi dengan dia, tapi dengan beberapa teman lain. Sebelum menjawab tantangannya, saya mempelajari seluruh komentar dan postingannya di group DMP dan history Facebooknya. Juga meminta informasi dari beberapa teman lain yang sering berdebat dengan dia di group.Dari semua informasi yang saya temukan, saya menjadi yakin bahwa perempuan ini tidak beragama Islam – atau bukan seorang Muslimah.

Satu hal yang mempertebal keyakinan saya, bahwa seorang muslim serusak apa pun otaknya dan serakus apapun dia untuk berdebat, dia tidak akan pernah menantang saudaranya seiman dengan kata-kata seperti itu. Karena ia sadar tak ada satupun ayat Al Qur’an dan hadist yang memperbolehkan seorang muslim berbedat tentang Allah dan kebenaran Islam dengan orang muslim yang lain. Apalagi dengan orang lain yang berbeda agama – keyakinan.

Pada akhirnya setelah saya desak dan dia “terjebak”, dia akhirnya mengaku, “Saya dulu muslim. Sekarang saya hijrah ke Kristen Ortodoks”. Padahal awalnya dia beberapa kali berkata dalam komentar-komentarnya menggunakan kata, “Kita / Kami Muslim… atau Saya muslim.”

Kebanyakan para Murtadin – orang yang keluar dari Islam, ketika telah berpindah agama dan menganut agama lain, ia akan melakukan pembusukan dan memutarbalikkan hal-hal tentang Islam – agamanya terdahulu. Begitu pun sama, banyak orang yang masuk memeluk Islam – Mualaf, akan menghina dan menghujat agamanya yang pertama. Perilaku orang-orang ini adalah perilaku busuk, sehingga tidak boleh mendapatkan tempat hidup di masyarakat. Karena merekalah salah satu sumber utama konflik antar agama dewasa ini. Termasuk orang-orang bermental setan dan iblis yang mempelajari kitab suci dan agama lain dengan tujuan utama untuk menyerang umat dan agama pemilik kitab suci tersebut.

Saya tidak yakin dia seorang perempuan. Karena belajar dari pengalaman di dunia maya, para tukang debat yang menjadi pintar dalam agama karena bersandar pada kebaikan hati paman Google, pasti memiliki identitas diri palsu. Mereka juga memiliki account Facebook lebih dari dua. Seringkali memilih menggunakan foto profil seorang muslimah cantik menawan dan berjilbab, agar mudah memperdayai para lelaki muslim mata keranjang dan rakus mempertontonkan pemahaman agamanya kepada orang lain.

Manusia berjenis kelamin “sementara” sebagai perempuan ini, sangat pandai menyamarkan dirinya dan pernyataan-pernyataannya. Dia menggunakan simbol-simbol Islam, menyatakan dirinya muslim, dan menyerang pendapat teman-teman yang beragama Kristen dengan memilih sasaran hal-hal yang bukan substansi dari iman Kristiani.Hmmm… dari seluruh sepak terjang dan tipu muslihatnya yang dibungkus rapi di group DMP, dia salah sasaran dengan menjadikan saya sebagai lawan berdebat.

Saya tidak akan pernah menolerir siapapun anggota group DMP yang menebar kebencian antar agama, merusak agama lain dari dalam, membinasakan semangat persatuan antar anak-anak Papua, dan menjadi siluman betina yang memperdayai anggota-anggota yang lelaki.Sudah cukup darah anak-anak Papua tumpah membasahi Tanah Papua. Sudah cukup air mata orang-orang tua kami tumpah membasahi tanah ini karena mempertahankan keluhuran nilai-nilai keberagaman bangsa Papua. Kamilah benteng tanah Papua saat ini… dan anak cucuk kami nanti akan menjadi benteng Tanah Papua pada jaman dan generasinya kelak.

Siapa saja orang – pihak yang mau merusak kehidupan bangsa Papua dengan memperalat agama, maka dia akan berhadapan langsung dengan kami anak-anak Papua!!!

Tulisan di bawah ini saya peruntukkan bagi dia…:

———————————————

Pelacur dan penzina masih memiliki tempat di hadapan Tuhan, daripada seseorang muslimah (yang beriman kepada Allah dan mengaku paham agama) tapi sombong dan takabur.

Kenapa manusia lupa diri, bahwa berkoar-koar dan menantang orang lain sana-sini tentang “Subjektifitas suatu Kebenaran” adalah gambaran dari lemahnya keimanan dan rapuhnya fondasi keilmuan yang dimilikinya?Amal ibadah dan ketinggian pemahaman atas satu/atau banyak ilmu, bila tidak diniatkan untuk memperbaiki derajat kehidupan diri sendiri dan orang lain, dengan semata-mata mengharapkan ridha Ilahi, maka akan melahirkan ribuan fitnah dan malapetaka bagi diri sendiri.

Sifat dan perilaku seperti ini akan membinasakan tata kehidupan ber-Islam dan ber-agama dan merusak relasi-relasi sosial yang dibangun atas dasar tujuan pengembangan ilmu dan pengetahuan.Merasa diri paling pintar daripada orang lain adalah sifat yang tidak terpuji. Sifat ini membuat Allah memalingkan wajah kasih-Nya, membuat malaikat bersedih dan terpekur murung, tapi iblis-setan bersorak riuh dan menari gembira.

Apa sebenarnya manfaat kebaikan yang seseorang peroleh dari sebuah kemenangan dalam perdebatan agama dan ilmu? Saya yakin tidak ada manfaat kebaikan darinya. Kecuali seseorang menjadi semakin rakus akan pengakuan dan pujian dari orang lain. Bersama itu, keinginan untuk terus menginjak, mengalahkan, dan menaklukkan orang lain tetap tumbuh subur dan berurat akar di hati dan kepala. Orang-orang yang suka berdebat dengan mengatasnamakan Tuhan – Agama – dan Ilmu, akan memutarbalikkan bukti dan faktar tentang suatu kebenaran, dan kemudian sifatnya itu ia kunci dengan mengambil hak dan kewenangan Tuhan atas segala sesuatu.

Orang-orang yang tekun mempelajari agama untuk memurnikan keimanan dan ketakwaannya kepada Tuhan, seluruh yang keluar dari lisannya menebarkan aroma wangi kesturi. Tapi yang melakukannya dengan tujuan lain – mengikuti hawa nafsu setan, perkataannya menebarkan aroma bangkai, yang bau busuknya menyebar kencang ke segala arah.

Hati yang seharusnya menjadi maqam cahaya keimanan dan kepala/akal yang seharusnya menjadi pembuktian perilaku keimanan, janganlah dijadikan sebagai Wc untuk kotoran setan dan ranjang untuk memperkosa kebenaran hakiki.Sifat gemar berdebat, pada banyak hal akan menuntun pendebat ke arah menghalalkan segala cara, bersilat lidah memutarbalikkan kebenaran, – dan melakukan, kebohongan substantif demi memperoleh sebuah kemenangan dan banyak kata pujian.Untuk para tukang debat…! Bila hari ini kau menang berdebat dengan orang lain, bisa jadi besok kau akan kalah.

Bila hari ini kau kalah, maka besok pasti kau akan mencari segala macam cara untuk bisa mengalahkan. Pastinya kau akan melupakan dan mengkhianati, tujuan Tuhan menciptakan dirimu dan memberikan nikmat dan karunia ilmu dan pemahaman kepadamu.Kemananganmu dari satu ke yang lain, tidak akan memberikanmu kepuasan bathin dan kesempurnaan iman. Tapi malah menumbuhkan subur benih-benih keserakahan di dirimu.

Kekalahanmu dari satu ke yang lain, akan menuntunmu mengeluarkan seluruh kata-kata kotor nan hina yang menggunung di dalam dirimu untuk menerkam dan mencabik-cabik si pemenang. Seperti itulah jejaring perangkap yang disulam iblis dan setan berbahan besih hitam berkarat – hina berbau amis nanah bercampur darah untuk memenjarakan dirimu. Dan kau akan hidup abadi di dalamnya, tanpa pernah berpikir sadar bahwa setiap yang bernyawa akan merasakan mati dan diadili oleh Sang Empunya Kehidupan.

Hmmm… bila seorang perempuan (terutama muslimah), jika sudah tidak memiliki rasa malu dalam lisan dan pikirannya, maka ia akan menjual seluruh tubuhnya kepada siapa saja secara terang-terangan…!

“Untukmu Agamamu… Untukku Agamaku…!!!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s