Namaku “HINOKOFU”


IMG_0060Banyak cara bisa digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan penyadaran kritis, pembelaan hak-hak masyarakat, dan kepedulian lingkungan. Media apapun namanya, tetap juga namanya alat. Yang terpenting adalah isi, bukan kemasannya. Dan pesan yang ingin disampaikan jelas dan mudah dipahami banyak orang.

Hinokofu” adalah tokoh komik yang diciptakan oleh Mnukwar. Sosok Hinokofu adalah lelaki muda dengan penampilan terpelajar. Ciri fisiknya berkulit coklat, rambut keriting, wajah oval dengan hidung bangir, dan tinggi badan semampai. Sikap dan gaya bicaranya menunjukan ia kreatifitas dan inovatif. Kandungan pernyataan-pernyataannya menunjukkan dirinya seseorang yang visioner, sederhana, dan bersahabat. Tak kalah penting, keberpihakannya jelas terhadap masyarakat kecil. Ini ditunjukan dengan kecerdasannya mengemukakan solusi dan mengambil peran fasilitasi.

Aslinya Hinokofu adalah nama lokal untuk ular berwarna putih. Ular ini banyak terdapat – memiliki habitat hidup di wilayah kepala burung Papua. Tepatnya di kawasan pengunungan Arfak – Manokwari. Nama latinnya Micropechis ikaheka. Dengan memiliki panjang tubuh antara 40 – 50 Sentimeter dan diameter 3 – 4 Sentimeter. Ular ini tergolong sangat aktif dan berbisa mematikan.

Selain memproduksi film dokumenter, doku-drama, dan indie, pada konteks Papua Barat, Mnukwar menjadi pionir penggunaan komik sebagai media advokasi. Dengan dua tujuan advokasi yang berimbang. Antara tujuan perubahan kebijakan negara yang adil dan pendidikan politik rakyat yang bertanggungjawab.

Sebenarnya Hinokofu adalah representasi dari visi dan peran Mnukwar secara organisasi. Sebagai organisasi non-pemerintah, Mnukwar menjadikan komik – Hinokofu dengan dua tujuan strategis: sebagai media pendidikan kritis, dan media informasi yang mencerdaskan dan membebaskan. Jiwa dialog dalam cerita Hinokofu dibangun dari gabungan dan rumusan fakta sosial yang terjadi – terdapat di komunitas dan wilayah dampingan Mnukwar. Juga latar kondisi lingkungan – alam di mana fakta-fakta sosial itu terjadi.

Secara fungsi. Hinokofu adalah penggambaran realitas kehidupan orang kampung. Berikut di dalamnya hubungan antara mereka dengan lingkungan alamnya. Termasuk juga hubungan antara keduanya dengan dinamika perubahan dan akibat yang ditimbulkannya.

Jadi, Hinokofu secara teknikal adalah pemotretan realitas sosial dan lingkungan. Hasil pemotretan kemudian diceritakan dengan sistimatika dialog dan gambar. Kemudian diperkaya dengan memberi muatan penyadaran dan penjelasan oleh Mnukwar.

Mengkaji alur cerita, latar, penokohan, dan pesan dalam empat edisi Hinokofu. Komik ini kaya unsur lokal – kasus dan kreatifitas membangun penyelesaiannya. Kasus dikemas dalam bentuk gambar dan diperkuat dengan penjelasan latar. Penokohan memasukan penamaan lokal tokoh dan karakter orang Papua. Dialognya berangkat dari cerita-cerita yang dipaparkan sebelumnya oleh para pelaku peristiwa. Pesannya berisikan pernyataan masalah dan cara penyelesaiannya menurut pelaku peristiwa dan tawaran Hinokofu sendiri sebagai Mnukwar.

Dari cerita dengan manajemen Mnukwari. Mnukwar berharap kehadiran Hinokofu bisa meretas kebekuan informasi dan pendidikan yang selama ini menimpa rakyat kecil di kampung-kampung. Oleh karenanya, tidak heran bila dialog dalam Hinokofu menggunakan dialeg Melayu Papua. Atau menggabungkan antara bahasa Indonesia baku dengan bahasa Indonesia yang lazim digunakan di Papua. Gaya bahasa sederhana dan struktur kalimat pendek yang mudah dimengerti oleh mayoritas orang kampung di Papua.

Semoga kehadiran Hinokofu dapat mendekatkan masyarakat kampung terhadap informasi dari luar, menginformasikan fakta-fakta dari dalam kampung ke luar, dan menjadi sarana pembelajaran rakyat. Bravo HINOKOFU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s